Agenda Pilkada Medan 2020, Ini Pesan Senioren Pada Akhyar Nasution

Drs Budi Mulia Bangun (Foto: Istimewa)

| Terkait agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan tahun 2020, senioren kader Marhaenisme Sumut, Drs Budi Mulia Bangun, berpesan kepada Ir Akhyar Nasution agar membenahi diri bila serius ingin memenangkan kontestasi Pilkada mendatang.

“Kalau dia (Akhyar-red) pakai gaya yang dulu-dulu, gaya birokrasi, gaya otoriter, itu bisalah dia menang. Tapi, kalau sportif, rakyat ini kan sudah bisa memilih Walikotanya siapa. Karena pekerjaan dia masih banyak tertunda. Inilah tantangan dia untuk membenahi diri,” ujar Budi kepada TataBerita, di Medan, Jumat (29/5/2020).

Budi mengkritik, sejauh ini belum ada pejabat Walikota Medan, termasuk Akhyar, yang menguasai permasalahan kota Medan.

“Kalau kita lihat, anggaran Medan ini besar sekali, hasilnya belum terlihat. Contohnya, banjir ini belum teratasi. Medan ini kan kecil, dikelilingi sungai-sungai besar. Belum lagi amburadulnya pembangunan jalan. Kelihatan kontraktornya sembarangan, sarat nepotisme. Berarti, orang ini (para Walikota-red) tidak menguasai persoalan,” ungkap mantan anggota DPRD Sumut dua periode (1999-2009) Fraksi PDI Perjuangan ini.

Disinggung pendaftaran sebagai Bacalon Walikota ke PDI Perjuangan, Budi mengingatkan Akhyar tak perlu berharap banyak akan direkomendasikan. Ia pun berharap Ketua Umum, Megawati, memberi rekomendasi kepada sosok muda.

Baca juga: Alumni GMNI: Kasihan Bang Akhyar, Dia Dikeroyok!

“Kita ingatkan, nggak usah berharap banyak. Maju, boleh saja. Tapi jangan nanti menyesal, kalau rekomendasi tidak jatuh ke dia. Harapan kita, Ibu Mega memberikan rekomendasi kepada orang yang peduli, kalau bisa sosok muda. Jadi waktu dia full time mengurus Medan ini,” imbuhnya.

Sebagai pengingat, Akhyar Nasution adalah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan juga PDI Perjuangan. (tb)