A’in Eye: Hartamata Hadirkan Nuansa Baru dan Perlawanan Monotonnya Dunia Fotografi

Pameran Foto A'in Eye: Hartamata, Rumah Uwaak, Jl Pendidikan Medan (29-31/12/2019) (Foto: TataBerita)

Medan, TataBerita | A’in Eye: Harta Mata, duet Mafa Yuli Ramadhani dan Raden Armand, hadirkan nuansa baru dan perlawanan monotonnya dunia fotografi. Demikian kesimpulan umum diperoleh dari diskusi yang menghadirkan Said Harahap (akademisi), Onggar Sihite (Antropolog Visual) dan Sutanta Aditya (Fotografer) saat acara pembukaan pameran yang berlangsung di Rumah Uwaak, Jl Pendidikan Medan, Minggu sore (29/12/2019).

“Bentuk perlawanan visual terhadap seni fotografi yang ada saat ini. Bentuk kegelisahan Mafa dan Raden melihat monotonnya dunia fotografi saat ini,” ujar Onggar.

Adit memaparkan bahwa pameran ini menimbulkan tanya, Mafa dan Raden mengajukannya kepada masyarakat penikmat.

“Mafa dan Raden dalam pameran ini, memberikan tanya, tanya itu ditujukan kepada penikmat photo,” ujar Adit.

Merangkum kedua pembicara sebelumnya, Said Harahap mengaku pameran yang luar biasa, menyuguhkan suasana baru dunia fotografi.

“Foto-foto Mafa dan Raden ini menghasilkan seribu kata, sehingga kita sendiri yang mampu menginterpretasikan makna yang ingin disampaikan,” ujar Said.

Rahmat Suryadi, mewakili PFI Medan, dalam sambutannya menyatakan harapannya pameran A’in Eye: Hartamata bisa menjadi sebuah genre baru fotografi.

“Foto yang disajikan dalam pameran ini membuat kita berpikir dalam. Saya berharap nantinya ini menjadi sebuah genre fotografi baru,” ujar Rahmat.

Dalam pameran ini, dipamerkan tujuh buah foto dalam ruang instalasi khusus. Puluhan pengunjung hilir-mudik bergantian mengamati foto-foto yang dipajang dan dilengkapi penerangan khusus.

“Sebagai mata awam sih gak ngerti, tapi memang harus detil melihatnya. Aneh, unik, dan banyak menimbulkan pertanyaan. Ternyata, seni itu tak terbatas dan memiliki banyak sekali hal-hal luar biasa,” ujar Rika (28), salah seorang pengunjung.

Para penikmat fotografi dapat berkunjung dan menikmati pameran foto sampai hari Selasa (31/12/2019) nanti.

“Untuk orang yang mengenal Kak Mafa dan Bang Raden pasti tidak heran dengan karyanya. Mereka selalu mencari dan melihat sesuatu yang berbeda dari lainnya, bisa dibilang unik, mereka melihat tidak dengan mata orang biasanya,” ujar Dedi (25), salah seorang pengunjung lainnya.

Malam harinya, di sela pameran, turut dihadirkan seniman mengisi panggung acara. Seperti malam tadi, penyanyi solo, Hanna Pagiet hadir menyanyikan beberapa buah lagu. (tb)