Alhamdulillah! Lewati Proses Panjang, Akhirnya TKI Asal Tanjungbalai Bisa Dijemput Pulang

Tangkapan layar surat Atase Perhubungan KBRI Malaysia (Foto: Istimewa)

| Walikota Tanjungbalai, HM Syahrial SH MH, berucap syukur atas keberhasilan pihaknya mengurus proses administrasi penjemputan pulang 440 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) warga Kota Tanjungbalai yang sedang bekerja di Malaysia.

“Alhamdulillah, beres semua proses administrasi dalam negeri dan antar negara (Indonesia-Malaysia) hari ini,” ujar Syahrial kepada TataBerita, di Tanjungbalai, Senin (18/5/2020) dini hari.

Lanjut Syahrial, proses penjemputan pulang para TKI ini sempat tertunda sebab pengurusan administrasi penjemputan pulang para TKI ini memerlukan waktu dan lobi panjang. Dimulai dari urus izin ke Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian Pertahanan RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia dan pihak Kerajaan Malaysia.

“Kita rencanakan (penjemputan) minggu lalu. Tapi, ternyata proses pengurusan izin dan administrasinya panjang. Ini berkaitan dengan dua negara. Kita lakukan koordinasi dengan Gubernur. Rapat teleconference dengan Kemenhub, Kemenhan, Kemendagri, KBRI dan pihak Malaysia,” terangnya.

Syahrial mengaku, ia sangat bersyukur karena hari ini, Senin (18/5/2020), Atase Perhubungan KBRI di Kuala Lumpur telah mengirimkan surat mengenai pengoperasian terminal Kapal Ferry Port Klang (Malaysia) untuk lokasi penjemputan pulang TKI warga Tanjungbalai ke tanah air.

“Alhamdulillah, tak sia-sia usaha kita. Hari ini, Atase Perhubungan KBRI di Malaysia, berkirim surat bahwa Port Klang bisa beroperasi. Artinya, pihak pemerintah kita (Indonesia-red) berhasil melobi pihak Malaysia. Saudara-saudara kita, para TKI, bisa pulang ke tanah air, berkumpul dengan sanak saudara di Hari Raya Idul Fitri nanti,” ucapnya.

Syahrial pun mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses pengurusan administrasi ini, antara lain jajaran OPD Pemko Tanjungbalai, Forkopimda Tanjungbalai, Pemprov Sumut, Kemenhub, Kemenhan, Kemendagri, Kemenlu, KBRI Malaysia, KSOP Tanjungbalai-Asahan dan pihak Kerajaan Malaysia.

Seperti diketahui, akibat kebijakan lockdown Pemerintah Kerajaan Malaysia karena pandemi Covid-19, banyak nasib pekerja migran asal Indonesia di sana perlu diperhatikan serius. (tb)