Antropolog Muda Medan: Belum Ada Sosok Ideal Memimpin Medan, Perilaku Parpol Bertentangan dengan Semangat Demokrasi

Antropolog Muda Medan, Ibnu Avena Matondang (kiri, baju hitam), saat menjadi narasumber Gelangggang Medan 2020 di Literacy Coffee, Jl Jati II Medan, Jumat malam (17/1/2020) (Foto: TataBerita)

Medan, TataBerita | Antropolog muda Medan, Ibnu Avena Matondang, menganggap sampai hari ini, dari sekian banyak orang yang menyatakan maju sebagai calon Walikota/Wakil walikota Medan 2020 belum satupun bisa dikatakan sosok ideal memimpin kota Medan.

Avena mengatakan hal ini saat menjadi narasumber diskusi Gelangggang Medan 2020 ‘Sosok Ideal Untuk Kota Medan’ diselenggarakan Literacy Coffee, Jl Jati II Medan, Jumat malam (17/1/2020).

“Belum ada sosok ideal, paling bisa adaptif saja. Yang perlu ditumbuhsuburkan perbedaan bukan persamaan. Yang ideal itu utopis, paling tidak, kita bisa membangun yg mendekati parameter ideal,” terang Avena.

Dalam diskusi yang juga menghadirkan bakal calon wakil walikota Medan 2020, Hamdan Simbolon, dan dimoderatori Jaya Sinurat ini, Avena juga mengkritik perilaku partai politik yang bertentangan dengan semangat demokrasi.

“Selain praktik money politic, mengedepankan politik identitas juga membuat masyarakat malas berpartisipasi dalam pemilihan politik. Parpol-parpol ini kayak nggak belajar politik, justru bertolakbelakang dengan semangat demokrasi,” ujarnya.

Avena berharap ke depan, siapapun yang akan memimpin kota Medan harus melibatkan kajian akademik yang objektif, bukan hanya berdasarkan kedekatan pertemanan dan emosional. (tb)