Balai Bahasa Sumut Usul Sanusi Pane Jadi Pahlawan Nasional dan Barus Sebagai Pusat Peradaban Melayu

Kepala Balai Bahasa Sumut, Dr Maryanto bersama perwakilan Media Massa Peduli Bahasa 2020 di Le Hotel Polonia, Jl Sudirman Medan, Selasa (25/8/2020) (Foto: Tata Berita)

| Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Dr Maryanto MHum, mengusulkan Sanusi Pane sebagai Pahlawan Nasional penggerak kelahiran bahasa persatuan Indonesia.

Hal ini diungkapkannya dalam sesi diskusi “Gelar Wicara dan Penyerahan Penghargaan Media Massa Peduli Bahasa Tahun 2020” yang diselenggarakan di Le Hotel Polonia, Jl Sudirman Medan, Selasa (25/8/2020) pagi.

“Semua usulan (Sanusi Pane-red) itu besok pagi (26/8) akan kami diskusikan dalam sinkronisasi kebijakan kebahasaan dengan Pemerintah Daerah. Semoga ikhtiar ini memperoleh dukungan lebih luas, termasuk dukungan dari kalangan pers,” ujar Maryanto dalam sesi diskusi yang diikuti perwakilan media massa cetak dan daring se-kota Medan.

Menurut Maryanto, Sanusi Pane berperan besar memecah kebuntuan saat Kongres Pemuda Indonesia I pada 2 Mei 1926.

“Terjadi kebuntuan perdebatan antara M Yamin dan M Tabrani, Sanusi Pane memecahkan kebuntuan itu: bahasa Indonesia belum ada; yang ada bahasa Melayu, lahirkanlah bahasa Indonesia melalui Kongres Pemuda Indonesia Pertama,” imbuhnya.

Selain itu, Balai Bahasa Sumut pun akan mengusulkan Barus sebagai lokasi Kongres Bahasa Indonesia tahun 2023 di Medan atau di Barus (Kabupaten Tapanuli Tengah).

“Penyegaran memori kolektif atas penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia pada tahun 1954 di Medan (Kongres Pertama setelah NKRI lahir-red) agar kembali diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia di Medan atau di Barus pada tahun 2023,” terang Maryanto.

Balai Bahasa Sumut pun tengah mengusulkan pemusatan peradaban Melayu di Barus, hal ini berdasarkan fakta sejarah kebahasaan Melayu yang berkembang dan tersebar ke Nusantara dari Barus.

“Ditemukan bahwa Melayu Barus dijadikan bahasa kesusastraan oleh Hamzah Fansuri pada abad ke-16 dan pengaruh bahasa serta bentuk karya sastranya tersebar ke wilayah Nusantara, antara lain ke Selat Malaka, termasuk wilayah Kepulauan Riau,” tandas Maryanto.

Baca juga: Situs Titik Nol Islam Nusantara Kurang Diperhatikan, Senator DPD-RI Asal Sumut Mengaku Miris

Diskusi ini menghadirkan pembicara dari Dewan Pers, Asep Setiawan, secara daring. Juga, Kabiro Humas & Keprotokolan Setda Provinsi Sumut yang diwakili Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga, Salman MAp.

Selain itu, diserahkan penghargaan Media Peduli Bahasa tahun 2020 untuk kategori Media Massa Umum, yakni Tribun Medan (Juara 1), Harian Waspada (Juara 2) dan Harian Analisa (Juara 3).

Untuk kategori Media Massa Kampus, penghargaan diserahkan kepada Kreatif Unimed (Juara 1), Suara USU (Juara 2) dan Dinamika UINSU (Juara 3). (tb)