Berantas Narkoba, Dedi Iskandar Batubara: Bandar Dihukum, Pemakai Pemula Direhabilitasi

Dedi Iskandar Batubara (kanan) menyampaikan pemaparannya pada Penyuluhan Pencegahan Penggunaan Narkoba & Perilaku Menyimpang pada Generasi Muda (Pelajar SLTA ) Sekota Medan, Kamis (5/3/2020) di Asrama Haji Medan. (Foto TataBerita)

| Ketua Umum Masyarakat Penggiat Anti Narkotika Republik Indonesia (MAPAN-RI), Dedi Iskandar Batubatara, mengatakan penegak hukum harus memberi sanksi seberat-beratnya bagi bandar dan pengedar narkoba, namun, bagi pemakai pemula yang masih mencoba-coba, sebaiknya dimasukan ke panti rehabilitasi.

Hal ini disampaikan oleh Dedi dalam Penyuluhan dan Pencegahan Penggunaan Narkoba dan Perilaku Menyimpang pada Generas Muda (Pelajar SLTA) Sekota Medan yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Utara di Asrama Haji Medan, Kamis (5/3/2020).

“Untuk bandar dikenakan hukuman mati saja, namun untuk anak-anak sekolah yang dijebak orang lain atau dibujuk rayu kawan-kawannya, sebaiknya direhabilitasi,” ujar Dedi yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sumatera Utara ini.

Lebih lanjut, Dedi menyayangkan sikap pemerintah dan penegak hukum yang terkadang tebang pilih dalam pemberantasan narkoba. Ia mencontohkan kasus Corby, Warga Negara Australia, yang didakwa menjadi pengedar narkoba di Indonesia, tidak jadi dihukum mati karena adanya desakan dari Pemerintah Australia.

Namun, masih menurut Dedi, pelajar atau pemuda yang baru mencoba-coba memakai narkoba atas jebakan atau rayuan orang lain, seringkali dihadapkan ke pengadilan dan dipidana penjara.

“Kalau kasus-kasus kecil seperti ini dipidana, bisa penuh penjara. Sebaiknya pendekatannya rehabilitasi bukan pemidanaan,” tegas Dedi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Pemuda dan Olah Raga Dispora Provinsi Sumatera Utara, Zulham Efendi Siregar, menyatakan kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda agar tidak terjebak dalam perilaku menyimpang khususnya dalam pemakaian narkoba.

“Ini agenda rutin, tujuannya agar tidak ada lagi pelajar dan generasi muda yang terjerat narkoba,” ujarnya. (tb)