Dinilai Tak Mampu Lindungi Petugas Medis, Robert Situmorang: Akhyar Nasution Baiknya Mundur Saja

Koordinator Sahabat Berbagi Medan, Robert Situmorang, saat berbagi masker ke pedagang kaki lima di Medan, Rabu (15/4/2020) (Foto: Istimewa)

| Koordinator Sahabat Berbagi Kota Medan, Robert Situmorang ST, mengatakan Ir Akhyar Nasution sebaiknya mundur saja sebagai Plt Walikota Medan karena dinilai tak mampu memimpin perang melawan wabah Corona (Covid-19).

Pasalnya, sampai hari ini, Akhyar tak menyediakan Alat Perlindungan Diri (APD) yang layak ke petugas medis, khususnya di 41 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Medan.

“Plt Walikota Medan (Akhyar Nasution) kalau tidak mampu menyediakan APD untuk petugas medis, lebih baik mengundurkan diri saja. Di kota Medan ini, ada 41 puskesmas. Perlu sekitar 300 APD setiap hari. Berarti sekitar 9.000 APD per bulan. Uang (pengadaan APD) kecil itu dibandingkan APBD keseluruhan,” ujar Robert kepada TataBerita, di Medan, Sabtu (18/4/2020).

Robert melanjutkan, pihaknya geram mengetahui ada petugas Puskesmas di Medan yang terinfeksi Covid-19. Tertularnya petugas medis, menurut Robert, bukan semata karena pasien tidak jujur dengan riwayat perjalanan tapi juga karena tak dilengkapi APD layak.

“Mengapa tenaga medis tertular Covid-19? Pertama, pasien tidak jujur. Barangkali, mereka cuma meniru pemimpinnya. Kedua, APD tenaga medis sangat minim dan tidak standar. Kalau APD nya lengkap dan standar maka risiko tertular pasien (si pasien jujur atau tidak) akan semakin kecil,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, lima orang petugas medis di Puskesmas Selayang II Kota Medan dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19), Rabu (15/4/2020).

Sebelumnya juga, Kepala Bagian (Kabag) Umum RSUD Pirngadi Medan, Indah Kumala Hasibuan, juga sempat mengeluh belum mendapat bantuan APD dari Pemko Medan.

“Kebutuhan penggunaan masker di Pirngadi Medan sedikitnya seribu setiap harinya. Kami (tenaga medis) belum dapat bantuan APD dalam penanganan wabah Covid-19,” ujar Indah, di Medan, Jumat (3/4/2020). (tb)