Dinilai Tak Serius, Pemkab Karo Nihil Daftarkan Cagar Budaya Nasional 2019

Bupati Karo Terkelin Brahmana dan jajaran bersama Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Karo, di Kantor Bupati Karo, Kabanjahe (April 2019) (Foto: Istimewa)

Kabanjahe, TataBerita | Meski telah membentuk Tim Ahli Cagar Budaya sejak April 2019 lalu melalui SK Bupati Karo nomor 557/109/Diparbud/2019 bertugas melakukan kajian berkas pengusulan Cagar Budaya, sampai sekarang belum ada satu situs pun yang didaftarkan menjadi Cagar Budaya Nasional ke Kemdikbud RI. Situasi ini memicu respon negatif dari seorang sejarawan USU, Wara Sinuhaji, Senin (6/1/2020).

“Sebagai akademisi, saya prihatin dan miris. Kenapa tidak ada satu pun ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional di Kabupaten Karo?” ujar Wara kepada TataBerita.

Wara Sinuhaji juga salah seorang anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Karo yang ditunjuk Bupati. Terkait hal ini, ia pun mengaku kecewa sebab Pemkab Karo dinilainya tidak serius memberdayakan tim agar mendata dan mendaftarkan situs yang ada menjadi Cagar Budaya.

“Banyak sekali (potensi cagar budaya-red), sesuai undang undang Pemda harus membentuk tim cagar budaya. Saya dan beberapa akademisi, tokoh adat serta perwakilan lainĀ  telah ditetapkan dengan SK Bupati. Tapi tidak diberdayakan SKPD Kebudayaan dan Pariwisata yg membidangi. Bagaimana kita memverifikasi cagar budaya skala nasional untuk diusulkan ke pusat?” Ujar Wara.

Selain Wara Sinuhaji (sejarawan/anggota), ada beberapa nama lain dalam Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Karo, yakni Nancy Brahmana (budayawan/ketua), Handoko (sejarawan/sekretaris), Repelita Wahyu (arkeolog/anggota), Jonathan Tarigan (geolog/anggota), Bandar Sembiring (praktisi budaya/anggota), Ngguntur Purba (ahli hukum/anggota), Kiki Maulana (sejarawan/anggota) dan Kamila Kaban (antropolog/anggota).

Potensi Cagar Budaya Kabupaten Karo

Salah seorang sumber yang tak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa Cagar Budaya bisa dimanfaatkan mendukung pariwisata berbasisĀ heritageĀ (pusaka/warisan sejarah-budaya).

“Karo itu kaya sekali dengan heritage. Paduan heritage, budaya, geopark dan alam yang indah serta hasil bumi luar biasa bila dikemas untuk pariwisata. Ini pejabat-pejabatnya nggak paham,” terang sumber kepada TataBerita, Medan, Senin (6/1/2020).

Lebih lanjut, menurut sumber, kalau Pemkab Karo tak mau mengurus situs yang ada di daerahnya, sebaiknya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ambil alih saja urusan cagar budaya tersebut. (tb)