Disinformasi Corona Kota Tanjungbalai, Dinkes Sumut: Kita Mesti Bijak, Hormati Hak Privasi Pasien

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah (Foto: Istimewa)

| Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut), dr Aris Yudhariansyah, meminta masyarakat untuk lebih bijak menyikapi upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) yang tengah dilakukan pemerintah saat ini.

Hal ini dikatakan Aris menjawab disinformasi virus corona (Covid-19) yang sempat diisukan menjangkiti seorang warga Tanjungbalai, Senin (16/3/2020). Padahal setelah cek medis, pasien MTA (42) ternyata menderita bronchitis bukan kena virus Corona (Covid-19).

“Iya, saya baca itu. Yang ada ambulans itu kan. Sampai ada keluar cakap-cakap nggak bagus gitu kan, nggak enak kita dengarnya itu, ya kan. Artinya, lebih bijaklah kita menyikapi hal-hal tersebut,” ujar Aris kepada TataBerita, di Medan, Rabu (18/3/2020).

Ia pun mengingatkan untuk tetap menjaga nilai etis dengan menghormati hak pribadi pasien.

“Iya kalau si pasien (terduga corona) bisa terima, kalau tidak kan bisa merusak itu. Pasien itu kan bisa kena stigma masyarakat. Orang sudah menjauhi dia, mengucilkan dia, ternyata negatif (corona), gimana coba? Makanya harus lebih bijak lagi lah,” imbuhnya.

Corona, terang Aris, bukan penyakit yang datang mendadak, ada proses dan gejala dan mendahuluinya.

“Saya kira tak perlu panik, tapi tetap waspada dan berdoa. Jangan semua penyakit, tiba-tiba (dikatakan) Corona. Karena corona ini, bukan penyakit yang mendadak-mendadak, tetap ada proses, didahului gejala-gejala,” terangnya.

Aris lalu menerangkan untuk memastikan seseorang terjangkit virus Corona (Covid-19) ada tahapan prosedur ambil dan uji sampel, tidak sembarangan.

“Yang pasti, untuk menegaskan itu virus corona ada proses pengambilan sampel sesuai dengan aturan. Dan sampel itu kan yang bisa memeriksanya hanya di Jakarta, Surabaya (Unair) dan di Lembaga Eijkman (Jakarta). Untuk keluarnya (hasil uji lab) kan butuh waktu juga,” pungkasnya. (tb)