Diskriminasi dan Stigmatisasi Korban Corona, Najwa Shihab Angkat Bicara

Najwa Shihab (Foto: Instagram)

| Diskriminasi dan stigmatisasi yang dialami para korban virus corona (covid-19), seperti pengusiran dari rumah kontrakan dan penolakan pemakaman jenazah, membuat jurnalis kawakan, Najwa Shihab, angkat bicara.

Dalam video berdurasi lima menit, Najwa menyampaikan pandangannya terkait diskriminasi dan stigmatisasi korban corona (covid-19) ini, Senin (6/4/2020).

“Sama juga seperti jenazah, biasanya pihak rumah sakit sudah punya protokol, sudah punya SOP standar penanganan jenazah. Selain dikafani sesuai ajaran agama masing-masing, juga dibungkus secara khusus. Sama sekali tidak masalah dikuburkan dimanapun. Karena ketika sudah dikubur, mereka tidak akan menyebarkan virus,” terangnya.

Untuk memperkuat pendapatnya, Najwa mengutip keterangan Kepala Departemen Kedokteran Forensi dan Medikolegal RSU dr Soetomo Surabaya.

“Saya akan kutip keterangan dari dr Edi Suyanto SpF SH MH. Secara ilmiah ilmu kedokteran, korban atau jenazah kemungkinan menularnya sudah tidak ada. Apalagi virus corona. Dia (virus corona) harus hidup pada inangnya. Inangnya sudah mati, virusnya juga ikut mati. Sama dengan HIV/AIDS, sama dengan H5N1 (Flu Burung). Jelas itu, jelas tidak akan menularkan,” imbuhnya.

Upaya diskriminasi dan stigmatisasi, menurut Najwa, berbahaya karena justru membuat penyebaran virus corona (covid-19) ini semakin sulit dihentikan.

“Jadi kalau kita mengusir, mengucilkan, menghakimi dan stigmatisasi korban corona, itu jelas berbahaya. Karena membuat siapapun yang merasakan gejala jadi enggan melapor dan memeriksakan diri. Virus jadi tidak terdeteksi sehingga menyulitkan memutus rantai penyebarannya,” tegasnya.

Najwa mengimbau seluruh masyarakat untuk semakin mempererat solidaritas bersama.

“Inilah saatnya memperkuat solidaritas. Ingat jargon lama, jauhi penyakitnya bukan orangnya,” pungkas Najwa. (tb)