Dugaan Pencabulan Anak Bawah Umur di Tanjungbalai, Polda Sumut Ambil Alih Kasusnya

Ilustrasi

|Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengambil alih Penyelidikan dan penyidikan dugaan pencabulan dan/atau persetubuhan terhadap anak yang semula ditangani Polres Tanjungbalai (Senin, 1/2/2020).

Keterangan ini diperoleh berdasarkan surat pemberitahuan kepada korban UHS (20) bernomor SP2HP/23/II/RES.1.24./2021/Reskrim bertanggal 1 Februari 2021 yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, AKP Rapi Pinakri SH SIK.

Surat pemberitahuan ini juga menerangkan dari kesimpulan hasil Gelar Perkara Direskrimum Polda Sumut (29/1/2021), Subdit IV/Renakta Reskrimum Polda Sumut akan memanggil korban dan pihak-pihak terkait untuk diperiksa di Mapolda Sumut.

Informasi yang dihimpun Redaksi TataBerita, dugaan pencabulan dan/atau persetubuhan terhadap anak ini dialami korban UHS sejak usia 13 tahun hingga sekarang usia 16 tahun.

Sumber lain menambahkan, kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur ini sudah dilaporkan korban ke Polres Tanjungbalai.

Namun, mengingat yang diduga pelaku adalah salah seorang kandidat Calon Wakil Walikota Tanjungbalai, untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, laporan ini ditunda sementara hingga Pilkada Kota Tanjungbalai 2020 usai.

Untuk diketahui, tindak pidana pencabulan anak di bawah umur dijerat dengan UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sebagaimana tertulis di Ayat (1) Pasal 82 Undang-Undang tersebut, pelaku pencabulan terhadap anak dipidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (tb)