Hanna Pagiet Siap Ramaikan Industri Musik Kekinian

Hanna Pagiet saat peluncuran video klip terbarunya, di d'Caldera Coffee Medan, Kamis malam (20/2/2020) (Foto: Mafa Yuli)

| Penyanyi solo, Hanna Pagiet, siap ramaikan industri musik dengan karya-karyanya. Ini diungkapkan Hanna saat peluncuran video klip terbarunya “Melebihi Aku” dalam acara Dawai Hanna Pagiet yang diselenggarakan Medan Creative Hub, di d’Caldera Coffee Medan, Kamis malam (20/2/2020).

“Setelah belasan tahun bermusik, semakin kemari, aku menemukan passion bernyanyi. Aku menikmatinya, ke depan aku akan terus keluarkan karya-karya terbaru. Aku siap bersinergi meramaikan industri musik kekinian,” ujar Hanna.

Peluncuran ini juga diisi sesi obrolan bersama sinematografer, Onny Kresnawan, dan musisi blues, Beng Handoko.

“Untuk kolaborasi, seperti video klip Hanna ini, saya kira kita di Medan, sudah selesai. Perlu kita pikirkan sekarang adalah merangkul para produser yang siap mengembangkan secara bersama-sama industri kreatif di kota ini,” ujar Onny.

Tak berbeda jauh, Beng Handoko berpendapat secara artistik Hanna Pagiet sudah mendapati karakter bermusik. Ia beranggapan bahwa Hanna hanya perlu konsistensi, perencanaan ke depan dan sistem manajemen.

“Sebagai seorang kawan lama, aku udah kenal betul karakter bernyanyi Hanna. Sudah bereslah kalau di situ. Tinggal, what’s next. Hanna juga perlu menata tim manajemen, termasuk tim kreatif yang selalu back up dia,” terang Beng.

Sesi obrolan saat peluncuran video klip Melebihi Aku, di d’Caldera Coffee Medan, Kamis malam (20/2/2020) (Foto: Mafa Yuli)

Selain sesi obrolan, acara Dawai Hanna Pagiet ini juga dimeriahkan penampilan duo musikus-penyanyi, Saint Gabrielle, dan termasuk penampilan Hanna sendiri.

Para hadirin peluncuran video klip Melebihi Aku, di d’Caldera Coffee Medan, Kamis malam (20/2/2020) (Foto: Mafa Yuli)

Tampak hadir para undangan penggiat kreatif lainnya, seperti Idris Pasaribu (novelis), Robert Simanjuntak (penggiat lingkungan), Martogi Sitohang (musisi), Rani Jambak (musisi), Tedy Wahyudy (penyair), Rajah Pardolok (seniman tato), Federico Purba (pelukis), AT Arief (penulis), Diana Saragih (sinematografer), Mafa Yuli (fotografer), insan pers dan seniman lainnya. (tb)