Ibadah Haji 2020 Dikabarkan Dibuka, Rasyid: Bukan Berdebat, Pemerintah Perlu Bersiap

Ir Abdullah Rasyid ME (Foto: Istimewa)

| Terkait kabar keputusan pemerintah Arab Saudi yang akan membuka Ibadah Haji tahun 2020 pada Senin (15/6/2020) mendatang, pemerintah Indonesia diminta bersiap serta tak perlu membuka ruang perdebatan mengenai status keberangkatan ibadah Haji tahun 2020 ini.

Hal ini ditegaskan Direktur Sabang-Merauke Institute, Ir Abdullah Rasyid ME, di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

“Bila pemerintah Arab Saudi membuka Ibadah Haji tahun 2020, debat dan argumentasi tak diperlukan lagi. Saat ini, yang dituntut adalah kesiapan pemerintah memberangkatkan jemaah haji Indonesia. Itu yang diperlukan,” tegasnya.

Rasyid mengingatkan, kegagalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia bisa menimbulkan konsekuensi hukum dan politik.

“Bila sampai gagal keberangkatan haji tahun 2020, sementara Arab Saudi menyatakan membuka pelaksanaan ibadah haji tahun ini, maka pemerintah harus bertanggungjawab, secara hukum dan politik. Artinya, pemerintah tidak dapat melaksanakan kewajiban konstitusional. Implikasinya berat,” ungkap Rasyid.

Kendati demikian, Rasyid berharap pemerintah masih mampu melaksanakan kewajiban memberangkatkan jemaah haji Indonesia tahun 2020.

“Semoga pemerintah bisa melaksanakan kewajibannya dan jamaah Indonesia tetap dapat melaksanakan ibadah haji tahun ini. Insya Allah,” tutupnya. (tb)