Jagoan Manis Madu atau Jagoan Pahit Empedu?

KATA: AT Arief

AT Arief

PASTI sudah tahu, sebentar lagi perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan segera dimulai. Ratusan daerah di tanah air akan sibuk dengan segala pernak-pernik kontestasi politik. Belum lagi hilang uap Pemilu 2019 lalu, sudah bersiap lagi masuk babak baru.

Di tiap daerah yang segera ber-Pilkada hampir bisa ditebak situasinya sekarang ini. Tak sedikit yang gelisah. Bertukar argumen dengan resah. Tak sedikit pula yang sumringah. Menebar kata indah penuh harapan. Ada yang mempersiapkan diri untuk dipilih. Ada pula yang bersiap memilih sang jagoan. Manuver segala jenis jurus politik sedang diatraksikan dari kemarin. Terus berlangsung sampai hasil pemilihan diumumkan nanti.

Saat sekarang ini, belum ada yang bisa memastikan hasil akhir nanti. Paling jauh, masih sebatas uraian-uraian para pengamat politik. Dari pengamat politik paling jernih sampai paling partisan pun hanya mampu berikan kisi-kisi. Selebihnya, silahkan tafsir sendiri.

Masyarakat sipil pun, perlahan namun pasti, menyatakan dukungan pada sang jagoan. Dari yang sembunyi-sembunyi, terang-terangan sampai yang malu-maluin juga ada. Dari organisasi resmi, semi-resmi sampai tak ada urusan sama yang ‘resmi-resmi’ juga ada. Macam-ragam jargon dan alasan moral diucapkan jadi alasan dukungan. Tak ada masalah, namanya juga hak politik.

Partai politik juga tak mau kalah pamor. Orang-orangnya berlomba akrobatik politik terbaik. Berlomba tunjukkan kapasitas diri. Pengurus dan anggota tingkat ranting sampai tingkat pusat punya keahlian masing-masing. Beruntung bila aksinya menarik dan dilirik.

Yah, hitung-hitung investasi politik rintisan jenjang karir. Opini-opini didengungkan ke ruang publik. Jangan heran bila pernyataan satu dengan yang lain bisa bertabrakan. Namanya juga politik anak negeri: semakin membingungkan maka (dianggap) semakin cerdas dan canggih pula.

Lain pula, para bos dan awak media massa. Katanya media(nya) massa? Tapi, apakah suara dan posisinya berdiri mewakili massa? Seperti yang dikatakannya itu? Sulit menjawabnya sebab dunia pers adalah dunia campur baur. Dunia industri. Namanya juga industri, sirkulasi atau perputaran produksi dan konsumsi itu penting. Keuntungan bisnis, jauh lebih penting lagi.

Nah, kalau sang jagoan tak usah ditanyakan lagi. Anda bisa lihat sendiri tingkah-polahnya di lapangan. Bisa pilih-pilih juga jagoannya dari sekarang. Jagoan manis madu atau jagoan pahit empedu? Apa maksudnya, manis madu atau pahit empedu? Ah, tidak perlu pura-pura tidak tahu. Salam.

Medan, Selasa 14/Januari/2020

AT Arief

Pendiri Sekolah Estetika