Jelang Berlakunya Peraturan IMEI, XL dan Telkomsel Uji Coba Blokir Ponsel Ilegal

Ilustrasi pengguna ponsel (Foto Dailysocial)

| Menjelang berlakunya regulasi terkait International Mobile Equipment Identitiy (IMEI) pada 18 April 2020 mendatang, XL Axiata dan Telkomsel melakukan uji coba pemblokiran ponsel yang dinyatakan ilegal atau didapat dari pasar gelap, Senin (17/2/2020).

“Iya betul, akan ada uji coba teknis terkait penerapan aturan IMEI,” kata Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih, Senin (17/2/2020), seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Tri menambahkan, uji coba pemblokiran ponsel ilegal itu hanya dilakukan beberapa jam saja.

“Hanya beberapa jam saja, hanya uji coba teknis,” katanya.

Sama halnya dengan XL, Telkomsel membenarkan mendapat giliran uji coba IMEI pada Selasa (18/2/2020) dan hanya berlangsung satu hari.

“Telkomsel mematuhi aturan yang diterapkan pemerintah dan terus berkoordinasi secara intensif dengan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Kemenperin, Kemenkominfo serta siap mendukung kebutuhan uji coba proses penerapan regulasi IMEI,” tutur GM External Corporate Communications Telkomsel Aldin Hasyim.

Plt. Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Dharmayusa, menyatakan uji coba pemblokiran akan dilakukan dengan 2 metode, yakni mekanisme daftar hitam (blakclist) dan daftar putih (whitelist). Mekanisme blacklist akan memblokir akses telekomunikasi pada ponsel-ponsel dengan IMEI yang masuk daftar hitam.

Sementara, mekanisme whitelist akan memberikan akses telekomunikasi hanya pada ponsel dengan IMEI terdaftar di basis data Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (SIBINA). Ponsel yang ada di luar dafar putih itu akan langsung terblokir.

“Kalau yang whitelist adalah semua IMEI yang diperkenankan mendapat pelayanan. Jadi jauh lebih besar daripada blacklist,” ujar Gede. (tb/cnni)