Jelang Musda Golkar Sumut, Dadang Pasaribu: Yasir Ridho Pilihan Strategis, Ijeck Pilihan Taktis

Dadang Darmawan Pasaribu (Foto: Istimewa)

| Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Tingkat I Partai Golkar Sumatera Utara, akademisi-pemerhati politik, Dadang Pasaribu, menilai Golkar Sumut berada di antara pilihan strategis dan taktis terkait dua nama Calon Ketua yang beredar, yakni Yasir Ridho Lubis dan Musa Rajeckshah alias Ijeck.

“Kalau bisa digambarkan, Yasir itu pilihan strategis dan Ijeck itu pilihan taktis,” terang Dadang kepada TataBerita, di Medan, Senin (17/2/2020).

Dadang berpendapat sebagai organisator yang lama berkecimpung di dalam partai Golkar, Yasir Ridho Lubis tentu punya kemampuan merapikan dan konsolidasi partai. Ijeck sendiri, sebagai Wakil Gubernur Sumut, punya sumber daya dan akses jaringan yang dapat berkontribusi bagi partai Golkar Sumut.

Disinggung kemungkinan dua nama ini bergabung dalam satu kepengurusan, Dadang melihat kemungkinannya sangat kecil bahkan cenderung tidak akan terjadi.

“Itu sulit, keduanya ini seperti satu tubuh yang sudah terpisah,” ujarnya.

Dadang melanjutkan, Partai Golkar Sumut punya daya tarik magnet politik yang kuat bagi entitas dan aktor politik untuk bergabung di dalamnya.

“Magnet Golkar di Sumut itu kuat. Pertama, dia (Golkar-red) konsisten di urutan pemenang Pemilu. Kedua, banyak kepala daerah di Sumut juga pengurus Golkar. Ketiga, Golkar itu selalu jadi koalisi pemerintah nasional. Keempat, menurut saya, Golkar dan PKS adalah partai yang punya kecenderungan melepas oligarki partai, melepas kepemilikan individu. Berbeda dengan partai lain, sudah oligarki terus dijalankan secara tertutup pula,” terangnya.

Saat ditanya tentang tren Kepala Daerah di Sumut, seperti Syamsul Arifin dan Tengku Erry Nuradi (keduanya mantan Gubernur Sumut) dan sekarang disusul Musa Rajeckshah, bergabung ke Partai Golkar, Dadang menjawab bahwa hal ini berkaitan dengan banyak kepentingan.

“Motifnya, multi-dimensi kepentingan. Paling tidak, jangka pendekĀ  ini posisi tawar Ijeck di hadapan Edy ( Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut-red). Golkar juga bisa beri masukan dan perlindungan politik. Tujuan besarnya, agenda Pilkada ke depan nanti. Selain itu, faktor magnet partai Golkar seperti yang saya katakan tadi,” pungkasnya. (tb)