Journey 25th Anniversary SUARASAMA di Jakarta: Silaturahmi World Music

Konser SUARASAMA di Padepokan Seni Mahagenta yang terletak di Jalan H Kain no 19 Citayam, Minggu (21/11/2020) malam (Foto: Dok: SUARASAMA)

| Usai pelaksanaan di kota Medan (Sumut) dan Solo (Jawa Tengah), Irwansyah Harahap dan SUARASAMA melanjutkan kegiatan workshop dan konser di Jakarta pada Sabtu hingga Minggu (20-21/11/2020).

Padepokan Seni Mahagenta yang terletak di Jalan H Kain no 19 Citayam dipilih sebagai lokasi workshop dan konser SUARASAMA.

Irwansyah Harahap hadir bersama tim, antara lain Rithaony Hutajulu (vokalis utama), Nandang Kusnandar (perkusi), Yono (perkusi), Niesya Harahap (vokal, sruti box) dan Holong (gitar).

Sebelum konser, Irwansyah Harahap dan SUARASAMA mengadakan workshop untuk berbagi pengetahuan dan konsep genre world music dan karya-karya SUARASAMA khususnya.

“Kami melihat banyak tradisi musik di dunia yang bisa jadi inspirasi komposisi musik. Seperti di lagu Timeline ini, Irwansyah memadukan idiom musik Turki, Timur Tengah dan nyanyian khas Angkola asal Sumatera Utara. World music membuka pintu untuk berbagai inspirasi musik dari seluruh dunia,” terang vokalis utama SUARASAMA, Rithaony Hutajulu, saat workshop, Sabtu (20/11/2020).

Mitra pelaksana sekaligus pendiri Padepokan Mahagenta, Uyung mengaku, kunjungan SUARASAMA ini sangat bermanfaat untuk berbagi pengetahuan guna perkembangan genre world music.

“Kesempatan sore ini, sangat luar biasa. Kita dihadirkan satu suguhan workshop yang kiranya ini pasti bermanfaat buat kita, buat perkembangan musik berbasis tradisi atau world music. Terima kasih Kak Ritha dan Bang Iwan atas kunjungan ini,” ucap Uyung.

Menanggapinya, Irwansyah mengucapkan terima kasih sekaligus ungkapkan keinginan sejak lama untuk bersilaturahmi.

“Saya berterimakasih banyak pada Uyung dan teman-teman. Udah rindu juga kita mau silaturahmi, hari ini baru kesampaian. Kita coba berbagi, kita ngobrol-ngobrol aja, karya yang saya buat di SUARASAMA,” balas Irwansyah.

Saat konser, Minggu (21/11/2020) malam, SUARASAMA membawakan 9 buah karya komposisi musik dan berkolaborasi di akhir pertunjukan bersama seniman yang hadir termasuk sesepuh musik jazz Indonesia, Idang Rasidi.

“Malam ini, saya melihat sebuah perjalanan, sebuah akumulasi hidup Irwansyah sekeluarga yang menjelma menjadi sebuah musik. Dia bukan hanya keindahan tetapi ada makna ritmis yang begitu amat sangat saya nikmati. Dari lagu pertama sampai lagu terakhir. Irwansyah sudah ‘duduk di kursinya’, sudah punya tempat di blantika musik. Malam ini, saya sangat terharu. Batin saya tergerak, nilai saya tergerak. Terima kasih Irwansyah Harahap,” testimoni Idang di hadapan hadirin lainnya.

Turut pula hadir, Analis Kebijakan Setditjen Kebudayaan Kosasih Bismantara, seniman Fredi dan 30-an orang lainnya. Jumlah penonton dibatasi sesuai Protokol Kesehatan Covid-19.

Baca juga: Konser SUARASAMA di Kota Solo: Kolaborasi Bersama Sardono W Kusuma

Irwansyah menambahkan, kegiatan ini merupakan prakarsa untuk berbagi pengetahuan, khususnya karya SUARASAMA dan khazanah world music.

“Kegiatan tur konser ini merupakan prakarsa untuk diseminasi karya musik yang saya kerjakan bersama kelompok Suarasama melalui workshop dan pertunjukan. Kegiatan ini sendiri didukung program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Direktorat Kebudayaan Kemendikbud RI,” urainya bersama istri sekaligus vokalis utama SUARASAMA, Rithaony Hutajulu.

Sebagai informasi, Dari 25 tahun perjalanan karir bermusik, kelompok SUARASAMA telah menghasilkan beberapa album karya musik, antara lain “Fajar di Atas Awan” (1998, RFI Prancis); “Rites of Passages” (Suarasama Indonesia 2002-Wellington New Zealand 2009); Lebah (Suarasama, Indonesia 2008) dan album “Timeline” (Spacerec Indonesia 2013).

Irwansyah Harahap juga telah mendapatkan “Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Musik Tradisi” pada tahun 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai “Pencipta, Pelopor dan Pembaru” di bidang World Music. (tb)