Journey 25th Anniversary SUARASAMA di Kota Solo: Silaturahmi Kebudayaan

Para peserta dan seniman yang hadir di workshop “Journey: 25 th Anniversary Suarasama: Equality in Musical Diversity” di Kusuma Sari, Jl Yos Sudarso, Kota Solo, Sabtu (14/11/2020) (Foto: Dok. SUARASAMA)

| Usai konser di Taman Budaya Sumatera Utara Jl Gatot Subroto Medan pada Sabtu (7/11/2020) lalu, Irwansyah Harahap dan SUARASAMA melanjutkan tur “Journey: 25 th Anniversary Suarasama: Equality in Musical Diversity” di Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah.

Di kota berjulukan Spirit of Java ini, Irwansyah dan SUARASAMA mengadakan workshop dan konser dimulai dari Sabtu hingga Minggu (14-15/11/2020) di Mas Don Art Centre/Kusuma Sari, Jl Yos Sudarso Kota Solo.

“Solo, kota kedua saya bersama SUARASAMA berbagi perjalanan (bermusik) kami selama 25 tahun,” ungkap pendiri dan komposer SUARASAMA di Kusuma Sari Kota Solo, Sabtu (14/11/2020) sore.

Irwansyah melanjutkan, workshop dan konser di kota Solo ini adalah ziarah kebudayaan, yakni menyegarkan kembali memori berkesenian puluhan tahun lalu. Ini juga berarti, imbuhnya, bersilaturahmi dengan para seniman dan sesepuh di Surakarta ini.

“Kegiatan ini semacam siklus dari 21 tahun lalu, di acara Asean Composers League tahun 1999 lalu begitu membekas dalam memori berkesenian saya. Perjalanan di kota Solo ini, jadi semacam ziarah kebudayaan. Bersilaturahmi dan berbagi energi dengan seniman dan sesepuh di sini,” terangnya.

Di kegiatan workshop, Sabtu (14/11/2020), SUARASAMA mempresentasikan 5 judul karya, yakni Lebah; Flying Gambus; To The Wars (Untukmu Yang Berperang); Selayang pandang, dan; Timeline.

“Kegiatan tur konser ini merupakan prakarsa untuk diseminasi karya musik yang saya kerjakan bersama kelompok SUARASAMA melalui workshop dan pertunjukan. Kegiatan ini sendiri didukung oleh program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Direktorat Kebudayaan Kemendikbud RI,” imbuh Irwansyah bersama istri sekaligus vokalis utama SUARASAMA, Rithaony Hutajulu.

Tampak hadir 20-an peserta workshop dari ISI Surakarta dan para penggiat kesenian lainnya.

Seniman dan penulis, Joko S Gombloh, selaku mitra pelaksana kegiatan mengaku, ia sangat mengapresiasi kegiatan perayaan 25 tahun SUARASAMA dengan kegiatan tur dan silaturahmi di kota Solo.

Tampak pula, sesepuh sekaligus maestro seni, Sardono W Kusuma hadir di kegiatan ini. Bahkan secara spontan, sang maestro menari sembari bertutur kisah sarat pesan dan makna kepada seluruh hadirin.

Baca juga: Workshop dan Konser Tiga Kota: Journey 25 Tahun Irwansyah Harahap & SUARASAMA

Sebagai informasi, Dari 25 tahun perjalanan karir bermusik, kelompok SUARASAMA telah menghasilkan beberapa album karya musik, antara lain “Fajar di Atas Awan” (1998, RFI Prancis); “Rites of Passages” (Suarasama Indonesia 2002-Wellington New Zealand 2009); Lebah (Suarasama, Indonesia 2008) dan album “Timeline” (Spacerec Indonesia 2013).

Irwansyah Harahap juga telah mendapatkan “Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Musik Tradisi” pada tahun 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai “Pencipta, Pelopor dan Pembaru” di bidang World Music. (tb)