Judi dan Narkoba Resahkan Warga Karo, Iwan Depari: Kepala Daerah Harus Ada di Garis Depan!

Iwan Depari SH (Foto: TataBerita)

| Menyikapi keresahan warga Kabupaten Karo akibat maraknya judi dan narkoba, praktisi hukum dan penggiat sosial, Iwan Depari SH, mengatakan selaku pemimpin Bupati Karo seharusnya ada di garis depan pemberantasan judi dan narkoba.

“Masalah judi dan narkoba ini udah lama sekali. Biar bagaimanapun, seorang pemimpin atau Kepala Daerah harus mengambil alih kalau persoalan judi dan narkoba ini tidak selesai-selesai. Dia (Bupati-red) harus ada di garis depan di antara orang-orang di daerah itu,” ujar Iwan kepada TataBerita, di Medan, Rabu (24/6/2020) malam.

Iwan mengakui, persoalan judi dan narkoba memang tidak sederhana. Namun, meninjau kondisi geografis Karo, ia menilai mestinya tak sulit mengatasinya bila punya kepemimpinan yang baik.

“Narkoba dan judi ini tidak sederhana, saling berkaitan. Kita harus analisis dari bawah sampai atas, kenapa masalah ini tak pernah selesai. Tapi, Kabupaten Karo ini kan kecil daerahnya, jadi ini kan masalahnya ada di leadership (kepemimpinan),” imbuhnya.

Penyelesaiannya, ujar Iwan, mesti dimulai dari pemetaan masalah dan diiringi kemauan serta kemampuan Kepala Daerah memimpin gerakan pemberantasan judi dan narkoba. Upaya melibatkan masyarakat juga harus terus dilakukan.

“Penyelesaiannya kan harus dimulai dari awal, kita harus petakan (masalahnya) dan seorang Bupati harus mau serta mampu memimpin jadi leader pemberantasan judi dan narkoba di daerahnya,” tegasnya.

Terkait pendaftaran dirinya ke PDI Perjuangan untuk maju sebagai Calon Bupati Karo pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, ia mengaku siap dan bertekad menyelesaikan berbagai masalah, khususnya judi dan narkoba, di dataran tinggi Karo ini.

“Kita kan bertekad untuk menyelesaikan ini. Jadi pemimpin itu harus punya kemauan, tekad, kemampuan dan keberanian,” pungkasnya.

Seperti diketahui, maraknya judi dan narkoba di Kabupaten Karo kembali menjadi sorotan dan meresahkan warga. Hal ini sering dikeluhkan warga melalui grup media sosial dan media massa.(tb)