Kabar Pemogokan Petugas Medis, Ini Klarifikasi GTPP Covid-19 Sumut

Jubir GTPP Covid-19, Whiko Irwan, di Media Centre GTPP Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Nomor 30 Medan, Minggu (3/5/2020) (Foto: Humas)

| Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Whiko Irwan, menyampaikan klarifikasi terkait pemberhentian atau PHK para petugas medis di rumah sakit rujukan Covid-19, RS GL Tobing Tanjungmorawa, Deliserdang, Minggu (3/5/2020).

“Kemarin kita mendapat berita yang kurang benar, bahwa mereka (tenaga kesehatan) di PHK dan sebagainya. Perlu diluruskan di sini, bahwa petugas kesehatan yang mengawaki Rumah Sakit (RS) GL Tobing sebagai rujukan Covid-19, dibentuk dalam tim satgas kesehatan yang telah ditunjuk Pemprov Sumut,” ujar Whiko dalam keterangan pers di Media Centre GTPP Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Nomor 30 Medan, Minggu (3/5/2020).

Whiko menambahkan, para petugas medis tersebut punya jadwal dan batas waktu penanganan di Rumah Sakit.

“Bahwa jadwal bertugas mereka terdiri dari dua pekan, untuk bekerja (operasional) di RS rujukan. Selanjutnya melaksanakan karantina (mandiri) dua pekan. Sepekan di antaranya mengarantinakan diri di penginapan (hotel),” terangnya.

Sebagian kecil petugas medis tersebut, ujar Whiko, digantikan petugas yang baru. Hal ini dikarenakan kebutuhan Rumah Sakit asal dan sistem pergantian petugas.

“Saat ini mereka sebagian kecil digantikan oleh petugas yang baru, yang mana dikarenakan kebutuhan dari RS asalnya, atau bersifat roling (bergantian) dari RS tempat mereka bekerja,” imbuhnya.

Selain itu, Whiko juga membantah isu tak digajinya para petugas medis yang bekerja di RS GL Tobing.

“Informasi mengenai masalah penggajian juga tidak benar. Karena petugas kesehatan yang tergabung dalam tim kesehatan RS rujukan Covid-19 di RS GL Tobing memiliki SK Gubernur dan mendapatkan insentif tenaga medis,” tegasnya.

Seperti diketahui, banyak isu beredar mengenai pemogokan petugas medis di rumah sakit rujukan Covid-19 RS GL Tobing Tanjungmorawa. Kabarnya, pemogokan ini akibat ketakpuasan tenaga medis terhadap fasilitas penginapan hotel dan pembayaran insentif. Pemogokan ini, dikabarkan, membuat pelayanan RS GL Tobing sempat terhenti.

Menanggapi terhentinya pelayanan di RS GL Tobing ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Alwi Mujahit Hasibuan, mengatakan RS GL Tobing Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang tetap beroperasi menangani pasien Covid-19 seperti biasanya, setelah sempat ada kendala beberapa saat, Sabtu (2/5/2020) sore, karena ada persoalan tenaga medis.

“Sekarang para tenaga medis tersebut sudah berkenan bertugas kembali dan masalah ini juga sudah selesai sebenarnya. Namun, informasi ini sudah merebak kemana-mana, soal PHK lah, soal insentif lah padahal itu tidak benar. Ini cuma soal fasilitas kamar yang awalnya satu kamar untuk satu orang, kini menjadi satu kamar dihuni dua orang,” ungkap Alwi, saat diwawancarai di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jl Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Minggu (3/5/2020). (tb)