Kakanwil Kemenag Sumatera Barat: Tidak Ada Pelarangan Ibadah Natal

Umat Nasrani beribadah di dalam gereja (Foto: Net)

Padang, TataBerita | Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sumatera Barat, Hendri, mengatakan umat Nasrasi tidak dilarang melakukan ibadah Natal di Sumatra Barat. Namun, mereka membatasi perayaan Natal di luar tempat ibadah. Menurut Hendri, ini hasil kesepakatan bersama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar menjelang perayaan hari besar, termasuk Natal.

“Rakor menyepakati bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta kerukunan umat beragama. Pelaksanaan ibadah umat Kristen tidak dilarang. Namun, kalau berjamaah silahkan dilaksanakan di tempat resmi yang sudah disepakati,” tutur Hendri dalam siaran persnya, Minggu (22/12/2019).

Kesepakatan telah dibahas Kemenag bersama Forkopinda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan tokoh masyarakat. Rapat koordinasi membahas persiapan perayaan Natal di Dharmasraya dan Sijunjung ini dilakukan pada 16 Desember lalu, sebelum pemberitaan media tentang pelarangan perayaan Natal mencuat di media.

Sebelumnya, di tempat terpisah, Program Manager Pusaka Foundation Padang, Sudarto, mengatakan selain di Dharmasraya, larangan merayakan Natal selain di tempat ibadah juga terjadi di Pesisir Selatan. Ada sekitar 22 Kepala Keluarga (KK) umat Kristiani di Dharmasraya dan 15 KK umat Kristiani di Pesisir Selatan, seperti dilansir dari CNNIndonesia (22/12/2019).

Menurut Sudarto, di kedua kabupaten itu tidak ada rumah ibadah umat Nasrani. Umat Kristiani di Dharmasraya misalnya, jika ingin merayakan Natal harus pergi ke gereja terdekat di Sawahlunto. Padahal, kedua lokasi berjarak 135 kilometer. Dalam konferensi pers soal intoleransi menjelang Natal di Setara Institute, Jakarta, Sabtu (21/12), mereka mengaku terpaksa menerima kesepakatan itu. (tb/cnni)