Karo Volcano Park, Upaya Aktivasi Ekonomi-Wisata Pasca Erupsi Sinabung

Tim Karo Volcano Park saat bertemu dengan Wakil Bupati Kari, Corry Sebayang, dan jajarannya beberapa waktu lalu, Kabanjahe. (Foto: Istimewa)

Medan, TataBerita | Sebagai konsep kepariwisataan, Karo Volcano Park diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata di Kabupaten Karo. Peningkatan daya tarik ini diyakini mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) ekonomi masyarakat dari sektor kepariwisataan di dataran tinggi Karo.

“Karo Volcano Park ini menawarkan aktivitas wisata edukasi gunung api, khususnya gunung Sinabung pasca-erupsi. Tur di sekitar lingkar Sinabung,menyaksikan panorama, karakteristik gunung, dampak letusan gunung dan teknik penanggulangan aliran lahar erupsi Sinabung. Selain rekreasi, tentu kita tawarkan wisata edukasi ke para wisatawan,” ujar inisiator Karo Volcano Park, Jonathan Tarigan, saat ditemui di Medan, Senin (27/1/2020).

Menurut Jonathan, konsep wisata ini terinspirasi dari pengelolaan wisata berbasis gunung api di beberapa daerah di Indonesia.

“Gunung Merapi di Yogyakarta, 8 tahun pasca-erupsi mampu memberdayakan potensi wisatanya dan menghadirkan wisatawan 1 juta orang per tahun dengan omset pemasukan kurang lebih 100 milyar per tahun. Ada juga contoh lain, seperti Tangkuban Perahu di Jawa Barat dan gunung Bromo di Jawa Timur,” terangnya

Untuk teknis pengelolaan, Jonathan mengaku akan melibatkan seluruh pihak berkepentingan (stakeholder) dengan pihak swasta sebagai penggerak utamanya. Tak lupa, ia mengatakan akan tetap berkoordinasi dengan pihak berwenang seperti Pemerintah Daerah serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kabupaten Karo.

“Di sini, sudah ada tokoh pengembang pendidikan, Bapak Tenang Malem Tarigan. Beliau ini siap berinvestasi di Karo Volcano Park. Pihak Pemerintah Kabupaten Karo juga sudah merespon positif. Tinggal mengemas keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan untuk dukungan lapangan nanti. Karo Volcano Park ditargetkan mendatangkan 1 juta orang wisatawan per tahun sekaligus penggerak utama (prime mover) kepariwisataan dataran tinggi Karo ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Tenang Malem Tarigan menambahkan bahwa sekarang ini sedang menjaring keterlibatan kerjasama dengan berbagai pihak.

“Target kita, program ini bisa jalan sebelum masa liburan tengah tahun nanti. Kita harapkan program ini mampu membangkitkan ekonomi masyarakat, khususnya yang terkena dampak erupsi Sinabung kemarin,” terangnya. (tb)