Kasus PT Jiwasraya: Saling Sindir SBY dan Jokowi

Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta (Foto: Tempo)

Jakarta, TataBerita | Kasus yang tengah dialami PT Asuransi Jiwasraya (Persero) semakin menyita perhatian publik. Saling sindir antara presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terjadi dalam menyikapi kasus ini.

Dalam lawatannya ke Balikpapan, Jokowi mengatakan masalah keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sudah berlangsung lama, bahkan sejak 10 tahun lalu. Meski demikian, ia menyatakan pemerintahannya tetap turun tangan membenahi persoalan asuransi BUMN tersebut.

“Ini adalah persoalan yang sudah lama sekali. Mungkin, 10 tahun lalu. Problem ini sudah, mungkin, tiga tahun, kami tahu dan ingin menyelesaikan masalahnya. Tetapi, ini bukan masalah yang ringan,” ujar Jokowi di Balikpapan, Rabu (18/12/2019), seperti dilansir dari cnnindonesia (18/12/2019).

Menjawab pernyataan Jokowi, Staf Pribadi SBY, Ossy Dermawan, via akun twitter pribadinya @OssyDermawan  mengatakan bahwa respon SBY tenang menyikapi pernyataan Jokowi tersebut.

“Dengan tenang SBY menjawab: Kalau di negeri ini tak satupun yang mau bertanggung jawab tentang kasus Jiwasraya, ya.. salahkan saja masa lalu. (lanjut),” tulis Ossy (27/12/2019).

SBY pun mengatakan dapat informasi banyak BUMN, termasuk sejumlah bank, bermasalah. Mulai dari keuangan yang tak sehat, utang yang sangat besar sampai dengan dugaan penyimpangan.

“Kalau begini, jangan-jangan saya lagi yang disalahkan. Begitu respons SBY,” lanjut Ossy di akunnya.

Menanggapi situasi yang ada, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Shanti Purwono mengatakan pernyataan Jokowi mengenai Jiwasraya awal pekan lalu sama sekali tidak menyindir era pemerintahan sebelumnya.

“Presiden Jokowi tidak menyalahkan siapa-siapa. Beliau hanya menyampaikan fakta bahwa masalah Jiwasraya sudah terjadi sejak lama,” kata Dini, Senin (23/12/2019), seperti dilansir dari cnbcindonesia (29/12/2019).

Saling sindir antara presiden, Jokowi, dan mantan presiden, SBY, ini pun disambut komentar partai politik Demokrat dan PDI Perjuangan. Partai Demokrat sendiri mendorong dibentuknya Pansus Jiwasraya Gate di DPR RI.

PDI Perjuangan, melalui Deddy Sitorus, meminta agar kasus PT Jiwasraya  tidak dikaitkan dengan Pilpres 2019.

“Ibarat bisul, itu (masalah Jiwasraya) pecahnya tahun 2018. Kalau dikaitkan dengan pilpres ngawur karena bisulnya pecah 2018. Bukan borok ini muncul 2018. Jangan salah,” kata politikus PDIP Deddy Sitorus dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (29/12/2019), seperti dikutip dari detik.com (29/12/2019).

Deddy menjawab pertanyaan ini setelah ditanyakan keterkaitan kasus PT Jiwasraya dengan dana kampanye Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Ia pun mengatakan, kesimpulan itu sangat berbahaya.

Menurut Deddy, masalah Jiwasraya terjadi sejak tahun 1998 atau saat krisis moneter. Kemudian tahun 2006, Jiwasraya sudah mengalami defisit sekitar Rp 3,2 triliun.

“Kemudian mengalami masalah tahun 2008, persoalan yang panjang sekali, lalu tahun 2019,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku sama sekali tak berniat menyalahkan pemerintah sebelumnya. Deddy mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi-Ma’ruf sedang melakukan penyelamatan masalah PT Jiwasraya. (tb/cnni/cnbci/dc)