Kasus Suap Eks Sekretaris MA, KPK Panggil Tiga PNS Sebagai Saksi

Ilustrasi Gedung KPK.

| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nurhadi (eks Sekretaris MA) dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi  penanganan perkara di Mahkamah Agung.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NHD (eks Sekretaris Mahkamah Agung-red),” terang Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2020).

Ketiga PNS yang akan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi adalah Elang Prakoso Wibowo, Sobandi dan Ariansyah B Dali. Ketiganya berprofesi sebagai hakim.

Selain ketiga saksi ini, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan seorang karyawan swasta bernama Stefanus Budi Juwono. Belum diperoleh keterangan resmi terkait pemanggilan karyawan swasta ini dengan kasus suap eks sekretaris MA tersebut.

Baca juga: Buronan KPK Nurhadi Ditangkap, BW: Bravo Novel Baswedan!

Diketahui, eks sekretaris MA Nurhadi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA. Selain Nurhadi, KPK juga menetapkan Direktur PT Multicon sebagai Terminal Hiendra Soenjoto, dan Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi) sebagai tersangka.

Nurhadi dan Rezky yang sempat buron, namun berhasil ditangkap KPK pada Senin (1/6/2020) lalu. Hiendra sendiri masih diburu KPK sampai saat ini.

Informasi dari KPK, ada tiga perkara yang menjadi sumber suap dan gratifikasi yang diterima Nurhadi yakni, perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara, sengketa saham di PT MIT dan gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Melalui menantunya Rezky, Nurhadi diduga telah menerima suap dan gratifikasi berjumlah Rp 46 miliar. (tb)