KPK: Sumut Peringkat Dua Kasus Korupsi, Capaian Koordinasi dan Pencegahan Naik 88%

Wagub Sumut, Musa Rajeckshah saat bersama Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli di aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (11/3/2020) (Foto: Humas Sumut)

| Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar, mengatakan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ada di peringkat dua kasus korupsi terbanyak di Indonesia, setelah Provinsi Jawa Timur (Jatim) di peringkat pertama.

“Sumatera Utara nomor 2 tingkat tindak pidana korupsi. Nomor 1 Jawa Timur,” ujar Lili saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, di aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (11/3/2020).

Meskipun begitu, Lili mengapresiasi capaian Rencana Aksi (Renaksi) Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Pemerintah Provinsi Sumut saat ini sudah berada di angka 88%, masuk 50 besar di antara 542 Pemerintah Daerah se-Indonesia dan berada di atas angka rata-rata nasional, yakni 68%.

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajeckshah (Ijeck), yang menghadiri kegiatan ini, mengatakan berharap peningkatan capaian Renaksi Korsupgah ini bisa lebih ditingkatkan lagi ke depannya.

“Peningkatan progress Renaksi Korsupgah Pemprov Sumut diharapkan semakin meningkat. Dengan cara meningkatkan pengawasan internal dan sistem elektronik yang terus diperbaharui,” ujar Ijeck. (tb)