Kreatif Gerakkan Kesadaran, BATIK Adakan Gebyar Perkusi: Musik Islami Tanjungbalai 2020

Walikota Tanjungbalai, HM Syahrial, dan Pembina BATIK/Ketua TP-PKK Tanjungbalai, Ibu Vita bercengkrama bersama para peserta acara, Sabtu (7/3/2020) (Foto: TataBerita)

| Gerakan penyadaran penanggulangan sampah plastik perlu digalakkan lewat berbagai cara, terutama dengan cara kreatif. Memanfaatkan barang bekas sebagai instrumen musik, bisa menjadi salah satu upaya kreatif tersebut.

Hal ini dikatakan pendiri sekaligus pembina Barisan Anti Sampah Plastik (BATIK) Kota Tanjung Balai Provinsi Sumatera Utara, Hj Sri Silvisa Novita M Syahrial akrab disapa Ibu Vita, saat membuka acara Gebyar Perkusi: Musik Islami 2020, di Rumah Dinas Walikota Tanjungbalai, Sabtu (7/3/2020).

“Kita tahu, sampah plastik bisa menjadi ancaman lingkungan dan manusia di masa depan. Maka gerakan penyadaran, perlu kreatif. Seperti hari ini, kita ajak generasi milenial bershalawat pakai alat musik (perkusi-red) dari barang bekas dan bahan daur ulang,” terang Ibu Vita di lokasi acara.

Gebyar Perkusi: Musik Islami 2020 ini diadakan komunitas BATIK Tanjungbalai, perlombaan musik perkusi sembari bershalawat dan menyanyikan lagu musik Islami berhadiah trophy dan uang pembinaan. Tampak, para peserta dari kalangan milenial antusias mengikuti acara ini.

Sebagian peserta lomba berfoto bersama dengan Walikota, Ketua TP-PKK, Panitia, Juri dan para pendamping peserta, Rumah Dinas Walikota Tanjungbalai, Sabtu (7/3/2020) (Foto: TataBerita)

“Awalnya, kami dari komunitas BATIK siapkan hadiah untuk 4 kelompok pemenang. Ternyata, Pak Wali (Walikota Tanjungbalai, M Syahrial-red) tertarik mendukung, makanya jumlah pemenang jadi sepuluh. Terima kasih buat Pemko Tanjungbalai,” pungkas Ibu Vita, juga Ketua TP-PKK Kota Tanjungbalai ini.

Dari lapangan, sejumlah 18 kelompok peserta terdaftar mengikuti kegiatan ini. Walikota Tanjungbalai, HM Syahrial, juga turut menyaksikan kegiatan.

“Kami (Pemko Tanjungbalai-red) tentu sangat mendukung dan ucapkan terima kasih kepada komunitas BATIK, panitia dan seluruh para peserta. Generasi muda ini perlu terus didukung untuk kemajuan kota Tanjungbalai,” pungkas HM Syahrial, juga Walikota termuda se-Indonesia ini. (tb)