Kuliah Daring, Forum Rektor Indonesia Minta Pemerintah Tanggung Biaya Internet

Presiden Jokowi saat pembukaan Konferensi FRI dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (4/7/2020) (Foto: Setkab RI)

| Sebagai bentuk tanggung jawab negara bagi pendidikan, Forum Rektor Indonesia (FRI) meminta pemerintah membebaskan atau menanggung biaya penggunaan internet bagi dosen dan mahasiswa yang melakukan kuliah dalam jaringan (daring).

Hal ini diungkapkan Ketua FRI, Yos Johan Utama, dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia 2020 bertajuk ‘Optimalisasi Gerakan Merdeka Belajar untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0 demi Terwujudnya SDM Unggul dan Indonesia Maju’ yang disiarkan secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden RI, Sabtu (4/7/2020).

“Dalam masa pandemi ini, pemerintah diharapkan membantu mahasiswa dan dosen dalam proses pendidikan, yakni dengan kebijakan membebaskan atau paling tidak menanggung pembiayaan penggunaan internet bagi mahasiswa dan dosen sebagai bentuk tanggung jawab negara bagi pendidikan,” ucap Rektor Universitas Diponegoro ini.

Johan mengingatkan, institusi pemerintah seharusnya tak sekedar mengatur dan menetapkan target pencapaian pembelajaran, tapi juga membiayai kebijakan tersebut.

“Diperlukan peran pemerintah sebagai institusi yang memiliki kewenangan memiliki kemampuan dan memiliki visi untuk membantu perguruan tinggi yang mengalami kesulitan beradaptasi. Pemerintah seharusnya bukan sekedar mengatur dan menetapkan target, tapi juga membiayai kebijakan itu,” tandasnya.

Dalam konferensi virtual tersebut, turut juga hadir Presiden Joko Widodo, Menkopolhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Seperti diketahui, akibat wabah virus Corona (Covid-19), kegiatan perkuliahan kampus dilaksanakan secara daring. Kuliah daring ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran wabah virus tersebut. (tb)