Latihan Kesiapsiagaan Bencana, YPI Gelar Simulasi Bersama Masyarakat

Simulasi penanganan korban bencana dalam kegiatan latihan kesiapsiagaan bencana yang dilaksanakan Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) bekerjasama dengan Caritas Swiss, Dolo Selatan, Sulawesi Tengah (Foto: Istimewa)

| Untuk melatih kesiapsiagaan kelompok siaga bencana dan masyarakat untuk menghadapi terjadinya bencana di desa, Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) bekerjasama dengan Caritas Swiss menggelar simulasi bencana alam banjir di empat desa, Sambo, Baluase, Jono dan Wisolo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, pada bulan Juni 2020.

“Sebelum simulasi, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi hasil kajian hingga penyusunan dokumen, peningkatan kapasitas Kelompok Siaga Bencana (KSB), Pengetahuan Sistem Komunikasi dan koordinasi yang teruji pada saat bencana serta proses evakuasi dan manajemen posko yang teruji saat bencana,” terang Koordinator Program YPI, Kristina, melalui siaran pers, Sabtu (11/7/2020).

Simulasi ini diharapkan menjadi sebuah rangkaian yang bertujuan untuk pembentukan desa tangguh bencana.

“Masyarakat lebih memahami bahwa dirinya berada di kawasan yang punya potensi bencana, sehingga harus tetap waspada dan seandainya terjadi bencana yang pertama harus dilakukan tetap tenang tidak perlu sampai panik, karena panik bisa menjadi bencana kedua,” imbuh Kristina.

Senada, Koordinator Pengurangan Risiko Bencana YPI, Tobrini, berharap masyarakat tak hanya memahami ancaman di desa saja, tapi juga ketika berada di luar rumah.

“Warga belajar mengembangkan kerangka berpikir tentang bagaimana potensi kerawanan bencana. Seperti memetakan jalur evakuasi dalam rumah, memetakan jalur evakuasi di luar rumah dan mencari tempat terbuka,” imbuh Tobrini.

Camat Dolo Selatan, Ali Nurdin, mengapresiasi kepercayaan Yayasan Pusaka Indonesia dan Caritas Swiss menggelar simulasi di Kecamatan Dolo Selatan.

“Bencana sifatnya tidak bisa diprediksi tapi bila terjadi kita harus bisa merespon dengan cepat dan tepat. Lewat penyelenggaraan simulasi ini, kami berharap bisa memberi bekal bagi kami untuk menghadapi bencana,” ungkap Ali Nurdin.

Meski cuaca mendung, tampak warga peserta pelatihan antusias ikuti instruksi simulasi. Pelaksanaan simulasi ini, dibantu para petugas kelompok siaga bencana desa.

Selain BPBD Kabupaten Sigi, kegiatan ini juga dihadiri Camat Kecamatan Dolo Selatan, Kepala Desa, NGO, Caritas Swiss, Puskemas, Tagana, Gugus Tugas Covid Kecamatan, Muspika Dolo Selatan, NGO, Kelompok Siaga Bencana dan perwakilan masyarakat, anak-anak, disabilitas, lansia dan perempuan. (tb)