Lengkapi Berkas Kejaksaan, Polisi Gelar Rekonstruksi Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan (Foto: kompas.com)

Jakarta, TataBerita | Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi penyiraman air keras kepada penyidik KPK, Novel Baswedan, Jumat (7/2/2020). Rekonstruksi tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas pidana yang dikembalikan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta.

“Ada 10 adegan dalam rekonstruksi, dan ada beberapa adegan tambahan berdasarkan pembahasan dengan rekan-rekan Jaksa Penuntut Umum,” ujar Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia.

Rekonstruksi ini dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) yakni di depan rumah Novel yang berlokasi di Jalan Deposito Blok T Nomor 8, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menurut Dedy, rekonstruksi tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan Kejati Jakarta atas kekurangan syarat formil dan materil pada berkas perkara pidana dengan korban Novel Baswedan. Kejati Jakarta telah mengembalikan berkas kasus Novel ke pihak kepolisian karena belum lengkap pada tanggal 28 Januari yang lalu.

“Berdasarkan kesepakatan dengan pihak kejaksaan, ini adalah rekonstruksi terakhir. Setelah ini kami segera menyerahkan kembali berkas kepada Kejati Jakarta,” ujar Dedy.

Sebelumnya Polisi telah menahan 2 orang tersangka pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April 2017. Keduanya adalah Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, yang merupakan anggota polisi aktif dari kesatuan Brimob.

Kedua tersangka akan dijerat pasal 170 KUHP subsider 351 ayat 2 KUHP tentang perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan. (tb/cnni)