Mandor Kapal Ikan Cina Ditangkap, Diduga Siksa ABK WNI Hingga Tewas

Ilustrasi kapal penangkap ikan asal Cina (Foto: Net)

| Mandor kapal penangkap ikan asal Cina, Song Chuanyun, ditangkap Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri atas dugaan menyiksa anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, Hasan Apriyadi, hingga tewas.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan tersangka diringkus di atas Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 yang berlabuh di Dermaga Lanal Batam, Jumat (10/7/2020).

“Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Ditreskrimum Polda Kepri untuk penyidikan lebih lanjut,” ujar Ferdy, Senin (13/7/2020), seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Penangkapan tersangka warga negara Cina ini, bermula dari penemuan jenazah korban di kapal Lu Huang Yuang Yu 118. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif terhadap ABK asal Indonesia lainnya, terungkap Song melakukan penganiayaan di kapal tersebut sejak Januari hingga Juli 2020.

“Hasil olah TKP di Kapal Ikan Asing Cina Lu Huang Yuan Yu 118 dan interogasi 4 orang ABK, yakni Deni Maulana, Rahmad Abidin, Durahim dan Agus bahwa terjadi penganiayaan terhadap korban di haluan kapal dan robot pancing saat melakukan pekerjaan,” terang Ferdy.

Dari hasil pemeriksaan jenazah korban, ditemukan luka memar bibir bagian dalam, punggung luka memar, dada memar, depan telinga kiri ada bekas luka, kelopak mata kanan ada bekas luka, pipi kanan bekas luka serta tidak tampak dan tidak teraba adalah patah tulang.

Selain menangkap Song, turut disita barang bukti, satu pasang sepatu safety merk QA SHOES warna hitam dengan bercak cat, satu buah kunci pas nomor 24 merk Jiang Hua, satu buah tongkat kayu, serta satu bandul pancing yang terbuat dari besi.

Atas perbuatannya, Song dijerat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan rumusan Pasal 351 ayat 3 subsider ayat 2 lebih subsider ayat 1 KUHP. (tb/cnni)