Mengaku WA-nya Diretas, IPKIN Merasa Aneh dan Sarankan Akhyar Lapor Polisi

Ngobrol Pagi IPKIN bertema "Pilkada Tanpa Hoax" di Nominal Café, Jalan Dr Mansyur Medan, Senin (14/9/2020) (Foto: Istimewa)

| Ikatan Profesi Komputer Informatika Indonesia (IPKIN) Cabang Sumatera Utara (Sumut) menyarankan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution, untuk melaporkan peretasan WA (WhatsApp) pribadinya ke pihak kepolisian.

Pasalnya, pengakuan Akhyar yang diungkapkannya usai deklarasi Tim Pemenangan Pilkada Medan 2020, Jumat (4/9/2020) lalu, ini dianggap aneh berdasarkan tinjauan teknis.

“Saya pribadi merasa sedikit aneh jika hanya WA yang teretas. Karena untuk masuk ke WA harus ada nomor handphone. Nomor handphone itu pasti terkoneksi ke akun medsos lain. Mungkin ini perlu didalami lagi. Saya pribadi sarankan harus dilaporkan, bukan dibiarin,” ucap Sekretaris IPKIN Sumut, Fauzan Nurahmadi, dalam kegiatan Ngobrol Pagi IPKIN bertema “Pilkada Tanpa Hoax” di Nominal Café, Jalan Dr Mansyur Medan, Senin (14/9/2020).

Fauzan menerangkan, untuk melacak jejak peretasan tak sulit dan hanya memerlukan waktu sebentar.

“Kalau mau di-trace (lacak-jejak) butuh waktu tidak terlalu lama, untuk mencari asal-muasalnya. Biasanya, kurang lebih 2-3 jam sudah diketahui siapa yang meretas handphone atau WhatsApp-nya,” urainya.

Untuk itu, imbuh Fauzan, sebagai kandidat calon Walikota Medan, Akhyar sebaiknya melaporkan peristiwa peretasan ini ke kepolisian.

“Selayaknya seorang publik figur yang juga sebagai kandidat Walikota Medan, Pak Akhyar melaporkan peristiwa itu kepada pihak Kepolisian untuk diusut peretas WhatsApp-nya, kami di IPKIN siap membantu jika peristiwa itu dilanjutkan dengan laporan polisi,” sarannya.

Baca juga: Agenda Pilkada Medan 2020, Ini Pesan Senioren Pada Akhyar Nasution

Sebab, apabila tidak dilaporkan ke polisi, Fauzan menilai, ini bisa menimbulkan prasangka buruk publik terkait pelaksanaan Pilkada Medan 2020, terutama upaya Akhyar meraih simpati publik.

“Sikap Akhyar ini berpotensi mencederai Pilkada, dengan informasi yang diduga hoax,” tegasnya.

Seperti diketahui, saat deklarasi tim pemenangan Akhyar-Salman pada Jumat (4/9/2020) lalu, Akhyar mengaku, akun WA pribadinya diretas. Bahkan, akun facebook resmi Humas Pemko Medan mengumumkan hal sama di lamannya.

Namun, sampai saat ini Akhyar diketahui belum melaporkan peristiwa kejahatan siber tersebut ke pihak kepolisian. (tb)