Mengenal Wuhan: “Jantung” China dengan Kekuatan Wisata & Ekonomi Luar Biasa

Penampakan Kota Wuhan (Foto: SHUTTERSTOCK.COM)

| Wuhan adalah salah satu kota dengan penduduk terbanyak di China. Ibukota Provinsi Hubei yang mulai dikenal masyarakat dari seluruh belahan dunia sejak Covid-19 menjadi pandemi global.

Namun sebelum Covid-19 menyebar, sebenarnya Wuhan sudah dikenal oleh banyak masyarakat dunia. Khususnya masyarakat yang gemar berwisata dan perdagangan internasional.

Mengutip data Dmworld Marketing Research Co.Ltd., Guangzhou 2011, Wuhan disebut sebagai jantungnya China.

“Jika China dianalogikan sebagai tubuh manusia, Wuhan adalah jantungnya. Hingga Mei 2011, populasi di kota tersebut adalah 9,7 juta orang,” menurut data tersebut.

Pada tahun 1920-an, Wuhan pernah menjadi ibu kota pemerintah Kuomintang sebagai rival Partai Komunis China.

Sebagai tujuan wisata, Wuhan adalah paket lengkap untuk para wisatawan asing. Tujuan-tujuan utama, seperti situs sejarah dan budaya, kesenian, lokasi wisata alam, tempat perbelanjaan dan kualitas tempat penginapan tinggi dengan harga terjangkau ada di sini.

Beragam jenis moda transportasi terhubung hingga ke seluruh sudut kota. Wuhan adalah surga wisatawan, khususnya bagi mereka yang tak ingin kesulitan saat beplesir.

“Sejak ada kereta api, jalan raya, bus-bus, dan jalan bebas hambatan yang melewati seluruh kota, Wuhan adalah pusat transportasi penting yang disebut ‘Chicago of China’,” dikutip dari penelitian “The Image of Wuhan as a Tourist Destination” oleh Xuesong Zhang, University of Applied Sciences, 2013.

Bahkan dengan ketangguhan sistem transportasi, Wuhan mampu terhubung langsung ke lima kota besar sekaligus; Beijing, Tianjin, Shanghai, Chongqing dan Guangzhou.

Ini adalah fakta tak terbantahkan. Maka tak heran, penularan virus dari manusia ke manusia berkembang cepat dan luas.

Selain sebagai tujuan wisata dengan potensi sangat luar biasa, Wuhan pun terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di China.

China punya sungai terpanjang di Asia, mengalir ke seluruh negeri tirai bambu tersebut. Sungai Yangtze, salah satu kekuatan China dalam perdagangan via kapal. Bagian tengah dari aliran sungai Yangtze adalah Wuhan, otomatis membuat kota tersebut menjadi pusat pengiriman via kapal.

Masih dari penelitian yang sama, Wuhan adalah kota perdagangan terbesar setelah Shanghai, Beijing, dan Guangzhou. Banyak perusahaan dan pebisnis internasional memilih Wuhan sebagai pusat kegiatan.

“Wuhan adalah kota yang penuh energi, pusat politik, ekonomi, keuangan, budaya, dan pendidikan, dengan banyak perusahaan internasional berlokasi di sini. Memiliki lembaga ilmiah, teknologi, dan pendidikan seperti Universitas Wuhan, kota ini juga merupakan pusat intelektual.”

Sebagai kota yang sangat sibuk dan dikunjungi banyak orang, Wuhan adalah lokasi ideal berkembangnya virus yang menular dari satu manusia ke manusia lainnya.

Dari peristiwa Covid-19 yang menggemparkan seluruh manusia di muka bumi ini, bisa ditarik pelajaran: aktivitas orang yang melewati batas-batas kota hingga negara harus bersamaan dengan regulasi ketat dan disiplin.

Di samping aktivitas wisata dan bisnis, hal paling penting yang harus diperhatikan adalah keselamatan manusia. (tb)