Menteri Perhubungan: Sejak Diaktifkan, Jalur Layang Medan-Kualanamu Belum Optimal

Menhub Budi Karya Sumadi mendengarkan penjelasan Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution. Stasiun Kereta Api Medan, Sabtu (4/1/2020) (Foto: metro24)

Medan, TataBerita | Menteri Perhubungan, Budi Karya, mengatakan sejak diaktifkan 1 Desember 2019 lalu, jumlah penumpang jalur layang kereta api Kota Medan-Bandara Kualanamu belum optimal, sebab hanya mengalami kenaikan 10 persen. Hal ini dikatakannya meresmikan jalur layang kereta api Kota Medan-Bandara Kualanamu, di Railink Stasiun Kereta Api, Jl Stasiun Kereta Medan, Sabtu (4/1/2020).

“Belum optimal. Perlu dipikirkan penambahan stasiun dan opsi lainnya, agar penumpang yang naik bisa lebih banyak,” tutur Budi Karya.

Jalur layang kereta api ini pertama di Sumut  dan menghubungkan Stasiun Kereta Api dengan Bandara Kualanamu sepanjang jalur 10,8 kilometer.

Budi Karya mengatakan, mengingat kondisi Kota Medan harus memiliki transportasi modern.

“Kita harap, jalur layang ini memudahkan dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menggunakan kereta api,” ungkap Menhub.

Untuk diketahui, pembangunan Jalur Layang Kereta Api Bandara Kualanamu dibiayai lewat APBN/SBSN. Pelaksanaan proyek tahun anggaran 2015-2019 sebesar Rp 2,86 triliun.

Menhub, Budi Karya, berharap dapat mengurai kemacetan di Kota Medan.

“Supaya Medan tidak macet. Jika semua ke bandara menggunakan kereta api. Makanya, kemacetan akan berkurang,” jelasnya. (tb)