Meski Alami Perlambatan, Ekonomi Sumut Tumbuh Lebih Tinggi Dari Angka Nasional

Sektor pertanian masih menjadi salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara tahun 2019 (Foto: GoSumut)

Medan, TataBerita | Meski mengalami perlambatan 0,40 persen di kuartal IV, ekonomi Sumatera Utara secara keseluruhan tumbuh di angka 5,22 persen di tahun 2019. Pertumbuhan tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional yakni 5,02 persen.

“Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2018 yakni 5,18 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Syech Suhaimi, Rabu (5/2/2020).

Suhaimi menerangkan, bila diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, perekonomian Sumut mencapai Rp 801.733,34 miliar dan PDRB per kapita mencapai Rp 55,05 juta.

Pertumbuhan tertinggi, menurut Suhaimi, dicapai pada lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 9,63 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen pengeluaran konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 9,95 persen.

“Di lapangan usaha 60 persen penyumbang pertumbuhan berasal dari pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, dan industri pengolahan,” ujarnya.

Suhaimi menambahkan, Sumut juga mendominasi struktur perekonomian di Pulau Sumatera secara spasial di tahun 2019.

“Provinsi Sumatera Utara memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto di Pulau Sumatera, yakni sebesar 23,39 persen, diikuti oleh Provinsi Riau sebesar 22,33 persen dan Provinsi Sumatera Selatan sebesar 13,28 persen,” pungkas Suhaimi. (tb)