Meski Dimakzulkan, Trump Masih Menduduki Kursi Presiden

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Net)

Washington, TataBerita | Meski dimakzulkan DPR Amerika Serikat (AS), Donald Trump masih menduduki kursi presiden. Hal ini disebabkan sistem legislatif di AS menerapkan sistem dua kamar (bikameral), terdiri dari DPR dan Senat.

Dewan Perwakilan terdiri dari 437 anggota, masing-masing mewakili sebuah distrik dan bertugas selama dua tahun. Senat, setiap negara bagian memiliki dua Senator, ada 100 orang senator, yang menjabat selama enam tahun.

Nasib Donald Trump akan diputuskan pada sidang Senat pada Januari 2020 mendatang. Dalam sidang DPR AS, pada Rabu (18/12/2019) lalu, Trump didakwa menyalahgunakan kekuasaan menekan Pemerintah Ukraina serta menghalangi upaya penyelidikan Kongres. Sebanyak 229 anggota DPR AS sepakat Donald Trump menghalangi upaya Kongres dan 198 lainnya memilih tidak sepakat.

Hasil keputusan ini akan menjadi dasar sidang pemakzulan Trump di Senat yang didominasi oleh Partai Republik. Sidang Senat AS mendatang akan memutuskan soal pemakzulan Trump.

Partai Demokrat AS Siapkan Tim Hadapi Trump di Sidang Senat

Proses pemakzulan presiden di AS harus melewati DPR yang bertugas mengesahkan pasal pemakzulan, lalu diikuti persidangan Senat yang dipimpin Ketua Mahkamah Agung. Apabila dua pertiga suara mayoritas di Senat menyatakan setuju, maka Presiden bisa dilengserkan dari kursi jabatannya.

Untuk menghadapi proses selanjutnya, seperti dilansir The Guardian, Ketua DPR AS dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi, membentuk sebuah tim yang dikenal sebagai “impeachment managers”.

Tim ini berfungsi melawan Trump dalam sidang senat yang akan dimulai Januari nanti. Kandidat utamanya adalah Ketua Komite Intelijen, Adam Schiff, dan Ketua Pengadilan, Jerry Nadler.

Namun, pemimpin suara mayoritas di Senat AS, Mitch McConnell, menegaskan akan menghentikan upaya pemakzulan ini. McConnell mengatakan Senat akan menggelar sidang pada Januari 2020, apakah mereka akan menghukum dan memberhentikan Trump dari jabatan Presiden, sebagaimana ditetapkan dalam konstitusi.

Meskipun, semua keputusan tetap berada di tangan Ketua Mahkamah Agung, John Roberts, karena ia adalah pemimpin sidang mendatang.

Presiden Ketiga Yang Dimakzulkan

Trump adalah presiden ketiga yang dimakzulkan DPR AS. Pada 1868, Presiden Andrew Johson dimakzulkan DPR setelah kebijakan rekonstruksi wilayah Selatan paska Perang Sipil darinya membuat Republikan garis keras marah.

Kemudian, pada awal 1970-an, pemakzulan menimpa Richard Nixon. Ia dimakzulkan  Komite Hukum atas skandal Watergate. Nixon didakwa menghalangi penyelidikan. (tb/tg)