Pandemi Corona, Seniman Muda Medan Pertunjukan Daring Rutin Sabtu Malam

Brosur Busking Online Literacy Coffee (Dok. Literacy Coffee)

| Di tengah kampanye pemerintah untuk tetap di rumah (work from home) guna memutus mata rantai penyebaran wabah Corona (Covid-19), sekelompok seniman muda kota Medan melakukan ‘Busking Online’, di Literacy Coffee, Jl Jati Medan, Sabtu (28/3/2020). Pertunjukan daring ini akan dilakukan rutin setiap Sabtu malam.

Para seniman muda ini melakukan pertunjukan musik dan puisi, lalu disiarkan secara langsung (live streaming) melalui kanal Youtube Literacy Coffee.

“Kita harus lebih produktif, jangan terkuras soal covid-19, maka mari kita memberi sumbangsih sekecil apapun itu,” terang Jhon Fawer Siahaan, pendiri Literacy Coffee sekaligus inisiator kegiatan ini, di lokasi.

Untuk kali ini, para seniman muda yang terlibat, antara lain penyanyi  Novita Tumanggor dan Gabryella Stevania, grup musik Culturenade dan penyair Pramasta Said.

Menurut Jhon Fawer, kegiatan ini akan dilakukan rutin di setiap Sabtu malam, sebagai pengganti kegiatan rutin yang biasanya juga diadakan rutin.

“Kita memberi support bagi para seniman. Biasanya, Busking Culture diadakan setiap Sabtu malam di Literacy Coffee. Kali ini berbeda, kita bikin secara online,” imbuhnya.

Salah seorang seniman pengisi acara, Gabryella Stevania, mengaku wabah Corona (Covid-19) dan imbauan tetap di rumah membuat para musisi resah. Meski tak keluar rumah, menurut Gaby, tetap bisa memacu kreativitas seniman.

“Walaupun musisi tidak keluar rumah, bisa tetap mengekspresikan bakat dengan memanfaatkan teknologi. Serangan covid-19 membuat banyak musisi resah, banyak job tertunda,” ujar vokalis Saint Gabrielle ini.

Selain Literacy Coffee, kegiatan Busking Online rutin ini juga didukung beberapa komunitas lain, seperti Institut Sumatera, Medan Merajut, Ketring Medan, Kopikiri dan Suara Molotov. (tb)