Pasien Bronchitis Diisukan Corona di Tanjungbalai, BPBD Sumut: Jangan Panik dan Langsung Menghakimi

| Terkait disinformasi mengenai pasien bronchitis (infeksi pernafasan), MTA (42) warga Tanjungbalai, yang sempat diisukan kena Corona (Covid-19), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut), Riadil Akhir Lubis menghimbau masyarakat tetap tenang, jangan panik dan langsung menghakimi pasien kena Corona (Covid-19).

“Enggak, enggaklah. Dimintalah kepada aparat daerah untuk menenangkan. Jangan pula langsung dihakimi  apa (pasien) itu,” ujar Riadil kepada TataBerita, di Medan, Rabu (18/3/2020).

Menurut Riadil, untuk menentukan seseorang dikatakan kena virus corona (Covid-19), sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP), harus melalui uji laboratorium.

“Semua hasil laboratorium itu harus dibawa ke Jakarta. Sementara ini, begitu SOP nya. Makanya kita minta tenang dulu, jangan panik,” terangnya.

Riadil menegaskan bahwa pihaknya gerak cepat bila ada Corona (Covid-19) sesuai dengan status siaga pencegahan penyebaran Covid-19 Sumut.

Hal senada juga dikatakan Kepala BPBD Kota Tanjungbalai, Ridwan Parinduri.

“Dalam penanganan Covid-19 memiliki SOP, di antaranya diawali observasi. Rentang waktu 7 hari sampai terkumpul validasi data positif. Selanjutnya, baru dirujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah untuk penanganan lebih intensif guna penyembuhan,” terang Ridwan, Rabu (18/3/2020).

Seperti diterangkan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Corona (Covid-19) tidak menyerang secara mendadak, melainkan ada gejala-gejala mendahuluinya.

“Jangan semua penyakit, tiba-tiba (dikatakan) Corona. Karena corona ini, bukan penyakit yang mendadak-mendadak, tetap ada proses, didahului gejala-gejala,” ungkap Aris (tb)