Paska Banjir Bandang Labura, 2 Jasad Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Banjir bandang Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (29/12/2019) (Foto: suluhsumatera)

Labura, TataBerita | Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian korban banjir bandang di Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara dihentikan. Penghentian ini sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) yang berlaku 7 hari setelah kejadian bencana banjir bandang, Minggu (20/12/2019). Kepala BPBD Labura, Irwan, mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan dan menyatakan tanggap darurat pertama sudah habis pada hari Sabtu (4/1/2020).

“Kita telah melakukan penyisiran di lokasi tempat korban hanyut, tidak ditemukan tanda-tanda,” kata Irwan, Senin (6/1/2020).

Menurut Irwan, timnya melakukan penyisiran terakhir sekitar lokasi banjir bandang hingga ke Sungai Bilah. Dari hasil pantauan, penyisiran dan survei terakhir dari penetapan masa tanggap darurat disimpulkan  kecil kemungkinan korban ditemukan di Sungai Bilah.

“Namun, apabila ada laporan dari masyarakat yang melihat korban, Tim SAR Gabungan akan kembali lagi melakukan penyisiran untuk mengevakuasi. Kami menunggu informasi dari masyarakat,” ungkapnya.

Sejauh ini, jasad korban yang telah ditemukan ada 3, Cahaya Nasution, Irul Sipahutar dan Reni Yana Sipahutar. Dua jasad korban belum ditemukan adalah Ahmad Albar Sipahutar dan anaknya Reja Sipahutar. (tb)