Pegiat Literasi Milenial: Kualitas Figur Meragukan, Golput Tinggi di Pilkada Medan 2020

Jhon Fawer Siahaan (Foto: Istimewa)

Medan, TataBerita | Pegiat literasi milenial kota Medan, Jhon Fawer Siahaan, meragukan kualitas figur-figur yang namanya mencuat di bursa pencalonan Walikota/Wakil Walikota Medan 2020. Kualitas figur pasti mempengaruhi kualitas pemilih dan proses pelaksanaan Pilkada. Hal ini diutarakan Jhon ketika ditanya pandangannya terkait Pilkada Medan 2020, Medan, Kamis (26/12/2019).

“Pastinya, politik uang semakin meningkat apalagi di tengah kondisi ekonomi hari ini. Seperti sering¬† kita diskusikan di sini. Kawan-kawan juga sudah bilang, belum melihat sosok yang mampu menjawab persoalan Medan. Kota ini autopilot, tanpa ada walikota pun, ya jalan aja,” ujar Jhon.

Jhon Fawer, pendiri Literacy Coffee Medan dan Institut Sumatera, mengaku mengadakan diskusi rutin Gelanggang Medan 2020 yang bertujuan menggodok isu dan gagasan terkait Pilkada dan kebutuhan warga Medan.

“Kita rutin adakan diskusi, mereka yang menyatakan maju Pilkada kita undang jadi pembicara utama. Pernah hadir Sutrisno Pangaribuan, Edi Ikhsan, Alween Ong dan Sakhyan Asmara. Kita coba bicarakan Medan dari sisi gagasan,” jelasnya.

Disinggung perihal pencalonan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, di Pilkada Medan 2020, Jhon berkomentar kritis terkait keinginan Bobby tersebut.

“Bobby nggak laku, pertanyaannya apa yg sudah dia buat untuk Medan ini. Janganlah karena menantu Presiden, dia bisa jadi walikota,” tegas Jhon.

Jhon pun mengingatkan jumlah golput yang tinggi (74%-red) pada Pilkada tahun 2015 lalu.

“Mau siapapun walikotanya, warga Medan sudah apatis,” ujarnya. (tb)