Pemerintah RI Berhasil Pulangkan 242 Orang WNI dari Cina, Pemeriksaan Berlapis Untuk Pastikan Kesehatan

Para WNI yang dipulangkan dari Wuhan menjalani sterilisasi dan cek kesehatan berlapis setibanya di Indonesia (Foto: TataBerita)

Jakarta, TataBerita | Pemerintah Republik Indonesia berhasil memulangkan 242 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan 1 orang Warga Negara Asing (WNA) dari Cina kembali ke Indonesia. Pemulangan ini terkait dengan wabah virus corona di negeri Panda tersebut.

Para WNI ini terdiri dari 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, 1 WNA (suami WNI), serta 5 anggota KBRI Beijing. Keseluruhan penumpang tiba dengan selamat di Natuna, Minggu (2/2/2020), seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Sebelumnya, keseluruhan WNI ini telah melalui pemeriksaan kesehatan berlapis, baik yang dilakukan otoritas kesehatan Cina maupun Tim Dokter Indonesia di Bandara Internasional Wuhan. Selain memastikan bebas virus corona, hal ini juga dilakukan sebagai bentuk kepatuhan pada protokol resmi kesehatan.

Begitu pula, saat transit di Batam (Kepulauan Riau) dan sebelum dipindahkan ke pesawat TNI AU, seluruh penumpang kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, seluruhnya dinyatakan dalam kondisi sehat.

Sebelumnya, ada 4 WNI yang memilih untuk tetap tinggal di Tiongkok. 1 orang WNI tetap tinggal karena alasan keluarga, sedangkan 3 WNI lainya tidak memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang.
Untuk itu, KBRI Beijing terus menjalin komunikasi dengan ketiga WNI tersebut dan berkoordinasi dengan pihak asrama universitas serta otoritas Cina untuk memastikan kondisi dan kebutuhan yang mereka perlukan. Kemlu RI juga telah menghubungi keluarga masing-masing di Indonesia.
Setiba di Natuna, para penumpang menjalani proses observasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad.
Kementerian Kesehatan, TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menyiapkan fasilitas umum dan kesehatan untuk keamanan dan kenyamanan bersama.
Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI Beijing, Guangzhou, Shanghai dan Hong Kong terus memantau kondisi WNI di berbagai wilayah di Tiongkok. (tb)