Pemko Tanjungbalai Alokasikan Anggaran, Gratiskan Iuran BPJS 45 Ribu Warganya

Walikota Tanjungbalai, HM Syahrial SH MH (dua dari kanan, baju batik) bersama Kepala BPJS Tanjungbalai, dr Zoni Anwar Tanjung (dua dari kiri, baju biru) menandatangani perubahan (addendum) Perjanjian Kerjasama tentang kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di kantor Walikota Tanjungbalai, Kamis (11/6/2020) (Foto: Istimewa)

| Terkait Peraturan Presiden nomor 64 tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan Bagi Masyarakat Kurang Mampu, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mengalokasikan anggaran dana untuk menanggung iuran peserta JKN-KIS 45 ribu orang warga Kota Tanjungbalai.

“Adapun masyarat yg kurang mampu yg ditanggung di dalam alokasi anggaran Pemko Tanjungbalai sejumlah 45.000 jiwa,” terang Walikota Tanjungbalai, HM Syahrial SH MH, di kantor Walikota Tanjungbalai, Kamis (11/6/2020).

Untuk itu, Walikota Tanjungbalai HM Syahrial SH MH bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungbalai dr H Zoni Anwar Tanjung MM, kembali menandatangani perubahan (addendum) Perjanjian Kerjasama tentang kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi penduduk yang didaftarkan Pemko Tanjungbalai.

“Sebesar Rp 25.500 per jiwa per bulan dibayar Pemko Tanjungbalai dan Rp 16.500 per orang per bulan dibayar pemerintah pusat sebagai bantuan iuran. Ketentuan ini berlaku mulai tanggal 1 Juli 2020,” terang Syahrial.

Syahrial mengaku, siap bersinergi dan berkoordinasi terkait perubahan perjanjian kerjasama tentang iuran JKN-KIS bagi masyarakat Tanjungbalai yang kurang mampu atau peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang ditanggung dalam APBD .

“Terpenting saat ini, pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tanjungbalai yang menggunakan fasilitas BPJS tetap berjalan dengan baik, terlebih saat ini kita masih dalam situasi pandemi Covid-19, pemerintah harus benar benar hadir,” imbuhnya.

Syahrial pun mengingatkan agar kualitas pelayanan kesehatan di Kota Tanjungbalai terus ditingkatkan.

“Peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang Kesehatan jangan sampai berkurang bahkan harus lebih ditingkatkan, hal ini adalah harapan kita bersama sejalan dengan Visi Walikota Tanjungbalai “BERSIH”, Berprestasi, Religius, Sejahtera, Indah dan Harmonis,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara penandatanganan perubahan (addendum) tersebut, Kadis Kesehatan Burhanuddin Harahap, Kadis Sosial M. Idris, Kabag Hukum Adhar Sirait. (tb)