Penampilan Bobby-Aulia & Nostalgia Anak Medan

KATA: AT Arief

AT Arief

JUMAT (4/9/2020) adalah hari yang dipilih pasangan Bobby Nasution-Aulia Rahman mendaftar sebagai pasangan Calon Walikota/Wakil Walikota Medan. Usai shalat Jumat di Mesjid Agung Medan ditambah beberapa acara seremonial, keduanya berangkat menuju kantor KPU Medan.

Ada yang menarik dari kegiatan pendaftaran mereka. Keduanya kompak mengenakan sepatu bergaris dua warna (hitam-putih). Celana dan jaket jeans warna biru plus baju kaos putih. Menaiki vespa, mereka bersama rombongan mendaftarkan diri ke kantor KPU Medan.

Proses kontestasi politik semacam Pilkada adalah sebuah seni pertunjukan. Para kontestan Pilkada kerap tampil dengan kemasan tertentu di hadapan publik. Selalu ada makna yang ingin disampaikan dari tampilan kemasan luar. Publik kerap tergoda menafsirkannya. Sebab ada pesan tersurat dan tersirat.

Nostalgia Anak Medan

Mudah menangkap maksud pasangan Bobby-Aulia memilih hari Jumat untuk mendaftarkan diri ke KPU. Dalam tradisi Islam, hari Jumat disebut Penghulu Hari (Sayyidul Ayyam). Dipahami sebagai hari penuh berkah. Tanpa mengecilkan keistimewaan hari lain, Jumat punya makna khusus bila hendak melaksanakan pelbagai hajatan baik.

Kiranya hal ini sejalan dengan slogan “Kolaborasi Medan Berkah” seperti didengungkan mereka.

Lalu, ketika melihat sepasang sepatu yang masing-masing mereka kenakan, penulis de javu dengan karakter Robert Garcia dari permainan video game Art of Fighting di era tahun 90-an. Karakter Robert diadopsi dari penampilan elegan pria Italia.

Karakter ini adalah sosok protagonis yang harus bertarung bersama sahabatnya Ryo Sakazaki untuk menyelamatkan adik perempuannya yang diculik karakter kriminal bernama Mr Big.

Penulis tak tahu, apakah Bobby-Aulia merujuk ke karakter video game ini? Kalau pun tidak, mereka telah menyalakan memori lama penulis. Memori lama kala asyik bermain video game di Deli Plaza Medan yang legendaris itu.

Bisa jadi, ini simbol langkah kepemimpinan mereka ke depan. Garis batas antara hitam dengan putih tampak jelas.

Setelan pakaian mereka: perpaduan celana dan jaket jeans plus baju kaos putih. Tak perlu jauh menarik bayangan ke para koboi di Amerika sana. Ini adalah gaya berpakaian anak Medan tahun 90-an. Gayanya anak rock-band.

Era 90-an adalah masa dimana kota Medan menjadi salah satu patron musik rock, selain Surabaya. Ramai kompetisi musik band di berbagai sudut kota ini. Anak muda Medan berkompetisi karya, asyik pergaulannya.

Ada grup band Morbid, Valhalla sampai New Chordex. Anak Medan yang kompak, berkolaborasi dengan gitar dan nyanyian Kau Pikir Aku Ini Ayam yang nge-tren di masa itu.

Apapun itu, penampilan pasangan Bobby Nasution – Aulia Rahman hari ini, berhasil menggelitik nostalgia Anak Medan.

Selebihnya, silahkan mengulik visi dan misi pasangan ini.

Kontestasi politik tak ubahnya perhelatan seni. Politik adalah seni beradu gagasan. Seni bukan semata tentang ‘apa (what)’ yang dilakukan untuk menang, melainkan juga ‘bagaimana (how)’ cara yang dilakukan untuk meraih kemenangan.

Ujungnya, kemaslahatan dan keberkahan berkehidupan seluruh warga kota Medan.

*******

AT Arief

Pendiri Sekolah Estetika