Pengamat Politik Prediksi Angka Golput Akan Masih Tinggi di Pilkada Medan 2020

Akademisi-Pemerhati Politik, Faisal Riza (Foto: Istimewa)

Medan, TataBerita | Pengamat politik sekaligus akademisi UINSU, Faisal Riza, prediksi tingkat pemilih golput akan masih tinggi di Pilkada Walikota/Wakil Walikota Medan 2020 mendatang. Hal ini diungkapkannya ketika diwawancarai TataBerita perihal kemungkinan perbedaan Pilkada 2020 kali ini dengan Pilkada 2015 lalu dimana jumlah golput mencapai hampir 70 persen, Medan, Rabu (7/1/2020).

“Sepertinya tidak akan jauh berbeda. Walaupun saya berharap akan ada peningkatan partisipasi,” ujar Faisal Reza

Menurut Faisal, ada beberapa poin untuk meningkatkan jumlah partisipasi warga pemilih Pilkada.

“Salah satu daya tarik di Pilkada ini adalah calon kandidat yang maju, seberapa dikenal dan diterima. Tetapi, kecenderungan politik yang terpusat elitis, seperti menunggu keputusan dari DPP membuat dinamika politik daerah lesu. Mereka merasa tidak perlu terlalu aktif di masyarakat sebab belum tentu dipilih DPP parpol,” paparnya.

Faizal beranggapan dinamika partisipasi akan meninggi apabila para konsultan dan tim pemenangan mampu atraktif sosialisasikan kandidat.

“Pemain political entrepreneur secara atraktif mensosialisasikan kandidat melalui media buzzing yang ramai. Hasilnya partisipasi bisa meningkat. Tapi kalau politiknya terpusat apalagi diputuskan di ujung waktu, maka masyarakat tidak punya pilihan,” ujarnya.

Selain itu, menurut Faisal, kasus korupsi yang menimpa mantan walikota hingga tiga kali turut memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat. Dampaknya, warga jadi kurang percaya pada Pemilu/Pilkada bisa membawa perubahan baik bagi mereka.

“Dalam kasus hattrick korupsi di Medan membuat distrust masyarakat, krisis kepercayaan masyarakat kepada lembaga kepemimpinan eksekutif. Mereka menganggap pemilu tidak membawa perubahan apapun,” terangnya. (tb)