Pengamat Sosial, Wara Sinuhaji: Jaga MTQ Medan, Jangan Jadi Panggung Politik Murahan

Pengamat Sosial sekaligus Sejarawan USU, Wara Sinuhaji (Foto: Istimewa)

Medan, TataBerita | Pengamat sosial sekaligus sejarawan dari Universitas Sumatera Utara (USU) mengingatkan seluruh pihak agar menjaga proses pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 Tingkat Kota Medan yang akan dilaksanakan di Jl Ngumban Surbakti, Medan Selayang, pada 15-22 Februari 2020, berjalan baik dan tidak menjadi panggung politik murahan.

Hal ini dikatakan Wara menjawab pernyataan sejumlah pihak, termasuk politisi, terkait lokasi pelaksanaan MTQ ke-53 di sekitar kawasan rumah makan penyedia daging babi panggang.

“Biarpun di sekitar situ ada restoran babi panggang, biasa-biasa sajalah. Kan bukan di lokasi MTQ itu dihidangkan. Kadang-kadang, kita ini yang nggak perlu dipermasalahkan pun, mau dipermasalahkan. Kalau mau jadi calon walikota Medan, nggak usah cari panggung politik nggak berbobotlah. Seharusnya, kalau merasa sebagai tokoh politik, mendinginkan suasana bukan memperkeruh suasana,” ujar Wara, di Medan, Senin (10/2/2020).

Wara pun mengkritik Pemerintah Kota (Pemko) Medan terkait perencanaan pelaksanaan MTQ ke-53 Kota Medan.

“Terus, yang rencana bikin acara di situ siapa? Yang melaksanakan siapa? Terus yang komplain ini, siapa? Ini kan suka cari perkara. Katakanlah, Camat Medan Selayang yang adakan di situ, kan atas persetujuan banyak pihak. Kok sekarang ribut,” kritiknya.

Wara melanjutkan, semestinya seluruh pihak belajar dari sejarah syiar Islam.

“Seharusnya, kalau MTQ dianggap bagian syiar agama, justru bagus kalau dilaksanakan di lokasi seperti itu. Jangan buta sejarah, coba lihat tokoh-tokoh besar Islam. Memangnya, kalau mereka tak datang ke komunitas di luar Islam, apa bisa Islam berkembang seperti sekarang ini? Belajarlah dari sejarah tokoh-tokoh itu,” pungkasnya.

Untuk mengingatkan, sejumlah pihak mengkritik lokasi pelaksanaan MTQ ke-53 Tingkat Kota Medan yang diselenggarakan Pemko Medan. Bahkan, beberapa pihak tersebut, mendesak rumah makan di kawasan lokasi MTQ agar ditutup selama pelaksanaan MTQ berlangsung. (tb)