Petinggi Sunda Empire: Gong Perdamaian Ditabuh, Tanda Tatanan Dunia Baru

Petinggi Sunda Empire, Letjen Raden Rangga (Foto: Istimewa)

Yogyakarta, TataBerita | Petinggi Sunda Empire, Raden Rangga atau Raden Ranggasasana atau HRH Rangga menjelaskan bahwa Sunda Empire adalah sebuah Kekaisaran Matahari. Ia pun menegaskan tak berkaitan dengan Keraton Agung Sejagat yang ‘raja dan ratunya’ baru saja ditangkap polisi kemarin (15/1/2020).

“Sunda Empire Earth Empire itu adalah kekaisaran matahari, kekaisaran bumi. Juga diartikan Sunda itu suku Sunda tapi ini adalah tindakan, proses turun-temurun kekaisaran dari dinasti ke dinasti dan saat ini dinasti Sundakala,” ucap Raden Rangga dalam sebuah video yang diunggah akun YouTube Pangeran Rangga.

Menurut Rangga, pria berpangkat Letnan Jenderal versi Sunda Empire, Kekaisaran ini terbagi menjadi enam wilayah. Di antaranya, Sunda Atlantik dimana Bandung sebagai tera cop diplomatik dunia dan Sunda Nusantara.

Rangga pun menjelaskan, bahwa pasukan telah menabuh Gong Perdamaian sebagai tanda dimulainya gerakan memperbaiki sistem tatanan dunia baru di bawah misi besar dan mulia Kekaisaran Matahari.

Saat disinggung mengenai klaim Keraton Agung Sejagat, Rangga menegaskan klaim tersebut ngawur.

“Semua yang disebut Keraton Sejagat itu kan ngawur. Tidak dibenarkan setelah Perang Dunia II, dari sistem empire, dalam hal ini Sunda Empire, itu tidak boleh orang membangun kerajaan,” tegasnya, Selasa (21/1/2020) malam, seperti dilansir dari detikcom.

Rangga juga berbicara tentang ‘Raja’ Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso. Menurutnya, Toto Santoso sudah dikeluarkan dari Sunda Empire.

“(Toto) dikeluarkan secara tegas. (Saat Toto dikeluarkan Sunda Empire) saya belum bertugas di Sunda Empire. Saya nggak tahu wajahnya,” kata Rangga. (tb/dc)