Photo Story “Tonun Batubaro”

PHOTO STORY: Firman Saputra

Kain Tonun Batubaro (Foto: Firman Saputra)

| Masyarakat Kabupaten Batubara (Provinsi Sumatera Utara) punya kerajinan kain tenun, lazim dikenal Songket Batubara. Meskipun, bagi masyarakat Batubara sendiri menyebutnya dengan Tonun atau Tonun Batubaro.

Masyarakat melayu Batubara, sering melafalkan ‘o’ sehingga sering disebut Melayu Batubaro, khusus kain tenun disebut Tonun Batubaro.

Seorang perajin tenun bersiap menenun kain Tonun Batubaro, (Foto: Firman Saputra)

TURUN-TEMURUN| Keahlian menenun kain ini diwariskan secara turun-temurun. Proses pembuatan kain tonun ini menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang terbuat dari kayu biasa, disebut Gedokan (rumah tenun). Umumnya, penenun adalah kaum perempuan.

 

Benang kain Tonun Batubaro (Foto: Firman Saputra)

BENANG| Benang yang digunakan benang polyester, benang sutra dan benang emas. Untuk membuat selembar kain tonun motif sederhana, perlu waktu sekitar tiga hari. Jika motifnya penuh atau motif kain pengantin membutuhkan waktu sampai sebulan lebih.

Peralatan menenun kain Tonun Batubaro (Foto: Firman Saputra)

ALAT TENUN| Alat menenun kain Tonun Batubaro ini terdiri dari :rahat, anian, papan penggulung, polonting, torak, belero, sisir, gorup, karap, kuda-kuda, lonting (injakan) lompu, poso, sumbi, anak kayu, belobas dan cuban.

Kain Tonun yang telah selesai ditenun (Foto: Firman Saputra)

KAIN TONUN| Tonun Batubara punya ragam motif tradisional seperti: Pucuk Rebung, Bunga Manggis, Bunga Cempaka, Pucuk Caul, Tolak Betikam dan hingga Naga Berjuang.

Peci berbahan dasar kain Tonun Batubaro (Foto: Firman Saputra)

PRODUK TONUN| Selain menjadi kain panjang, kain tonun ini juga dikembangkan menjadi peci, tempat tisu, jilbab, tas, alas meja, seprai, sarung bantal dan aksesoris lainnya. (tb)