Pilkada Tanjungbalai 2020, Masyarakat Protes Atas Dugaan Pencatutan Data Dukungan Calon Perseorangan

Salah satu nama dan data warga yang diduga dicatut untuk dukungan Calon Perseorangan di Pilkada Tanjungbalai (Foto: TataBerita)

| Masyarakat Kota Tanjungbalai (Provinsi Sumatera Utara) protes atas dugaan pencatutan data dan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendukung Calon Perseorangan di Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Walikota/Wakil Walikota Tanjungbalai pada 9 Desember 2020 mendatang.

Pasalnya, mereka merasa tak pernah memberikan salinan KTP sebagai bentuk dukungan pada Calon Perseorangan manapun. Hal ini terungkap, saat petugas Verifikasi Faktual Calon Perseorangan datang mengunjungi rumah mereka pada Senin (1/7/2020) lalu.

“Kami heran Pak, kenapa foto copy KTP kami ada pada mereka, sedangkan saya tidak pernah mendukung calon Perseorangan manapun,” terang Nazri, warga Kelurahan Muara Sentosa Kota Tanjungbalai, Kamis (2/7/2020), seperti dilansir dari suarasumutonline.

Hal sama, juga diungkapkan warga Kelurahan Muara Sentosa, Syawal. Ia mengaku terkejut dan heran kala personel PPS dari KPU Tanjungbalai datang ke rumahnya. Ia membantah mendukung Calon Perseorangan di Pilkada Kota Tanjungbalai.

Sementara itu, salah seorang sumber yang tak ingin disebutkan namanya kepada TataBerita mengaku, pihaknya telah melakukan penelusuran di lapangan.

Baca juga: Pilkada Kota Tanjungbalai 2020, Bapaslon Perseorangan Tak Penuhi Syarat Dukungan

Sembari menunjukkan beberapa bukti salinan KTP, ia menilai upaya pencatutan nama warga untuk dukungan politik ini mencederai demokrasi dan melukai hati masyarakat Tanjungbalai.

“Kami sudah cek lapangan. Ini (salinan KTP-red) bukti-buktinya. Tak bolehlah begini. Kalau mau menang, berbuat nyatalah. Dekati masyarakat. Jangan mencatut-catut baya. Harus pandai mambolo masyarakat. Ini merusak demokrasi dan melukai hati kami,” tandas sumber yang aktif di kegiatan sosial ini di Tanjungbalai, Jumat (3/7/2020) siang. (tb/sso)