Pilkada Tanjungbalai 2020, Seluruh Pihak Mesti Kompak Jaga Kerukunan Umat Beragama

Logo Unity Institute (Foto: Istimewa)

| Terkait agenda pelaksanaan Pilkada Walikota/Wakil Walikota Tanjungbalai pada 9 Desember 2020 mendatang, warga kota Tanjungbalai mesti kompak menjaga kerukunan umat beragama dan menghindari potensi konflik horizontal.

Hal ini dikatakan pendiri Unity Institute (UI) Wahyu Panjaitan kepada TataBerita, Jumat (17/7/2020), menyikapi potensi penggunaan isu negatif agama dalam tahapan Pilkada Kota Tanjungbalai tahun 2020.

“Bila dilihat dari kemajemukan, Tanjungbalai unggul dibanding yang lain, miniatur Indonesia soal kemajemukan ada di kota Tanjungbalai. Semua agama dan berbagai suku ada di sini, harus dijaga dan dirawat demi kemajuan kota, kekompakan adalah kunci utama dalam kemajuan daerah, tak boleh lagi ada konflik horizontal,” ucap Wahyu.

Untuk itu, imbuh Wahyu, Kepala Daerah berperan besar untuk tetap merajut kerukunan umat beragama ini.

“Peran penting Kepala Daerah sebagai pemangku kekuasaan dalam merajut kerukunan umat beragama dan pencegahan konflik horizontal di Tanjungbalai sangatlah besar, ini juga harus menjadi tugas besar Kepala Daerah yang akan terpilih pada pilkada Desember 2020 mendatang,” imbuhnya.

Dari hasil diskusi UI, konflik horizontal yang terjadi menghambat kemajuan pembangunan daerah. Oleh sebab itu, masyarakat wajib punya rasa saling menghormati dan saling memiliki satu sama lain.

Baca juga: Pemenangan SALWA di Pilkada Tanjungbalai 2020, AMPG Siap Sumbang Buah Pikiran

“Ada banyak faktor pendorong terjadinya konflik di Tanjungbalai, ekonomi, life style, status dan keagamaan. Ini mengganggu stabilitas keamanan, hubungan masyarakat Tanjungbalai serta menghambat kemajuan daerah. Perkuat aktivitas sosil yang mampu mengikat persaudaraan dan kerukunan, sehingga masyarakat memiliki rasa saling memiliki, sepenanggungan dan saling menghormati,” papar putra asli Tanjungbalai ini.

Mantan aktivis mahasiswa ini berpendapat, bahwa keragaman suku, agama, ras dan budaya adalah sebuah keniscayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Ini harus dirawat demi untuk kemajuan daerah. (tb)