Polemik Musda Golkar Sumut, Dadang Pasaribu: Friksi Internal, Tak Berhubungan Sama Bobby Nasution

Dadang Darmawan Pasaribu (Foto: Istimewa)

| Polemik pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut), seperti ramai diberitakan, menandakan ada friksi internal terkait pemilihan kandidat Ketua Golkar Sumut periode 2020-2025.

Hal ini dikatakan akademisi-pemerhati politik, Dadang Pasaribu, menanggapi saling klaim keabsahan pelaksanaan Musda Golkar Sumut dari sesama Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia dan Aziz Syamsuddin.

“Dari awal, sejak kemunculan 2 kontestan ketua Golkar Sumut (Yasir dan Ijeck-red) sudah bikin panas. Karena kedua kandidat pasti lobi. Paling tidak, hari ini, Ahmad Doli mewakili Yasir Ridho dan Aziz Syamsuddin mewakili Ijeck,” ujar Dadang kepada TataBerita, di Medan, Selasa (25/2/2020).

Disinggung mengenai friksi-internal Golkar Sumut ini terkait dengan pencalonan Bobby Nasution sebagai Calon Walikota Medan, Dadang berpendapat tak ada hubungan sama sekali.

“Tak ada hubungan sama Bobby. Mau Yasir atau Ijeck jadi Ketua, Golkar tetap dukung Bobby,” pungkasnya.

Namun, Dadang menilai friksi-internal Golkar Sumut ini akan cepat diselesaikan tanpa potensi perpecahan. Golkar, dikatakannya, pasti punya mekanisme penyelesaian tersendiri.

Seperti diketahui, Musda ke-10 Golkar Sumut baru diadakan di hotel JW Marriot Medan (24/2/2020), dibuka Waketum DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Secara aklamasi, Musda ini memilih Yasir Ridho Lubis sebagai Ketua.

Namun, tak lama setelahnya, Waketum DPP Golkar Bidang Keamanan, Aziz Syamsuddin, mengatakan Musda tersebut tidak sah karena tak sesuai AD/ART Partai Golkar. Ia mengaku mandat resmi pembukaan Musda Golkar Sumut ada di tangannya bukan Ahmad Doli Kurnia. (tb)