PPATK: Judi Kasino Modus Cuci Uang Haram Pejabat

Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, saat rapat di Gedung DPR-RI (Foto: Tempo)

Jakarta, TataBerita.com | Kasino di luar negeri jadi tempat cuci uang haram. Modus baru cuci uang haram ini diduga dilakukan banyak kepala daerah dan pejabat negara tanah air. Hal ini diungkapkan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin, seperti dikutip dari tempo.co (16/12/19).

Nama tempat judi dan kasino Genting Highlands di Pahang, Malaysia, tertulis dalam laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menurut Ketua PPATK, Kiagus Badaruddin, berjudi di kasino adalah modus baru cuci uang haram.

“Kasino itu suatu yang baru,” kata Ketua PPATK, Kiagus Badaruddin.

Dikutip dari temuan Tempo (16/12/19), lokasi ini sempat digunakan salah satu pejabat Dewan Perwakilan Daerah 2014-2019 untuk mencuci uang haram. Seorang aparat hukum menjelaskan bagaimana modus pencucian ini bekerja. Menurutnya, para pelaku sebenarnya hanya melakukan perjudian palsu.

Pelaku membawa uang hasil kejahatan ke sebuah kasino di luar negeri. Menukar uang tunai tadi dengan koin mata uang kasino. Setelah itu, ia menukar kembali koin tadi menjadi uang tunai.

Seolah sudah menang besar, si pelaku mendapat lembar bukti dari kasino. Lembar bukti itu menerangkan uang yang dipegang pelaku itu benar dari hasil judi. Lembar bukti inilah yang ditunjukkan ke pihak Bea Cukai di Indonesia. Uang hasil kejahatan yang telah dicuci ini masuk lagi ke tanah air.(tb/tc)